Panitia Pancawindu Imamat Pater Sebast Wadjang, Persiapkan Perayaan Misa Syukur yang Meriah
KUPANG-JURNALNtt || Panitia perayaan Pancawindu Imamat Pater Sebast Wadjang, SVD, resmi mulai bergerak mempersiapkan rangkaian kegiatan menyongsong perayaan 40 tahun imamat yang akan mencapai puncaknya pada 11 Juli 2027 mendatang.
Langkah awal tersebut ditandai dengan rapat perdana panitia yang berlangsung di Aula Paroki Santa Familia, Sikumana, Kota Kupang, Minggu (17/5).
Rapat tersebut dihadiri para pengurus inti panitia, ketua bidang, ketua seksi, serta sejumlah perwakilan umat Paroki Santa Familia.
Pertemuan perdana itu difokuskan pada penyusunan agenda kegiatan, pembagian tugas masing-masing seksi, penentuan jadwal kerja, hingga pembahasan rencana anggaran dan biaya untuk seluruh rangkaian kegiatan perayaan.
Ketua Panitia, Robert Rero, mengatakan perayaan Pancawindu Imamat Pater Sebast Wadjang merupakan momentum syukur bersama seluruh umat atas perjalanan panjang pelayanan imamat yang telah dijalani selama empat dekade.
Menurutnya, perayaan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni biasa, melainkan momentum memperkuat iman, persaudaraan, dan keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja.
“Perayaan ini adalah ungkapan syukur seluruh umat kepada Tuhan atas rahmat pelayanan yang telah dijalani Pater Sebast selama 40 tahun sebagai imam. Karena itu, seluruh kegiatan yang dirancang harus memiliki makna rohani dan mampu mempererat kebersamaan umat,” ujar Robert dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, panitia berkomitmen menghadirkan rangkaian kegiatan yang dikemas secara religius, bermartabat, tertib, namun tetap meriah dan sarat nuansa inkulturasi budaya lokal.
Puncak perayaan sendiri direncanakan berlangsung melalui Perayaan Ekaristi Kudus pada Minggu, 11 Juli 2027. Selain misa syukur, sejumlah kegiatan pendukung juga tengah dipersiapkan oleh panitia.
Beberapa agenda yang telah dirancang di antaranya penerbitan buku napak tilas perjalanan hidup dan karya imamat Pater Sebast Wadjang, perlombaan bernuansa rohani, kegiatan pembinaan umat, hingga berbagai aktivitas kebersamaan yang melibatkan seluruh lingkungan dan kelompok kategorial di Paroki Santa Familia.
Robert berharap seluruh umat dapat terlibat aktif menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga tahun 2027 nanti.
“Semua kegiatan yang disusun akan selalu disesuaikan dengan makna dasar perayaan ini, yakni rasa syukur kepada Tuhan. Karena itu kami berharap dukungan dan partisipasi aktif seluruh umat,” katanya.
Sementara itu, Pastor Rekan Paroki Santa Familia, RD Yohanes Kiri, dalam arahannya mengingatkan panitia agar setiap program yang dirancang tetap mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi umat saat ini.
Romo Yan Kiri, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa semangat utama dalam perayaan Pancawindu Imamat adalah kesederhanaan dan kebersamaan, bukan kemewahan.
Ia meminta agar seluruh kegiatan benar-benar menjadi sarana membangun solidaritas dan memperkuat persaudaraan di tengah umat.
“Jangan dibuat terlalu mewah. Perayaan ini harus mampu menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan sejati di antara umat,” tegasnya.
Menurutnya, rahmat tahbisan imamat harus menjadi fokus utama seluruh rangkaian kegiatan. Karena itu, seluruh umat perlu diajak memahami makna panggilan imamat sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan dan sesama.
Selain itu, Romo Yan Kiri juga menekankan pentingnya keterlibatan umat secara luas, mulai dari tingkat lingkungan hingga kelompok kategorial, sehingga perayaan tersebut benar-benar menjadi milik bersama seluruh umat Paroki Santa Familia.
Usai arahan dari pastor paroki, rapat dilanjutkan dengan koordinasi teknis antara tiga ketua bidang dan tiga belas ketua seksi yang telah dibentuk panitia.
Masing-masing seksi mulai memaparkan rancangan program kerja, kebutuhan anggaran, hingga jadwal pelaksanaan kegiatan sesuai bidang tugasnya.
Dalam pembahasan tersebut, Seksi Liturgi menjadi salah satu seksi yang mendapat perhatian khusus mengingat mereka bertanggung jawab atas seluruh persiapan ibadah dan kegiatan rohani selama rangkaian perayaan berlangsung.
Seksi Liturgi nantinya akan menangani tata perayaan Ekaristi, penyusunan lagu-lagu rohani bernuansa budaya lokal, pelaksanaan Triduum, hingga persiapan Salve Agung yang direncanakan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Panitia juga mulai membahas konsep kegiatan inkulturatif yang menggabungkan unsur budaya lokal dalam seluruh rangkaian acara, tanpa mengurangi kekhidmatan liturgi Gereja.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya umat sekaligus memperlihatkan wajah Gereja yang dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.
Rapat perdana berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat pelayanan. Diskusi berjalan aktif dengan berbagai masukan dari peserta rapat terkait teknis pelaksanaan kegiatan ke depan.
Sebagai tindak lanjut, panitia menetapkan pertemuan pleno berikutnya akan digelar pada Minggu, 31 Mei 2026. Agenda utama rapat lanjutan itu adalah mengevaluasi perkembangan kerja masing-masing seksi serta memantapkan persiapan menuju pelaksanaan kegiatan-kegiatan awal.
Dengan dimulainya kerja panitia, umat Paroki Santa Familia kini mulai menatap momentum besar Pancawindu Imamat Pater Sebast Wadjang sebagai perayaan iman yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat spiritualitas, kebersamaan, dan persaudaraan umat di Kota Kupang.