TAPAK CANDI KE-5: KETIKA KAKI BICARA LEBIH KERAS DARI KATA-KATA

Olahraga 30 May 2026 10:03 3 min read 216 views By JIM + AI

Share berita ini

TAPAK CANDI KE-5: KETIKA KAKI BICARA LEBIH KERAS DARI KATA-KATA
TAPAK CANDI KE-5: KETIKA KAKI BICARA LEBIH KERAS DARI KATA-KATA

TAPAK CANDI KE-5: KETIKA KAKI BICARA LEBIH KERAS DARI KATA-KATA

Dari anak 7 tahun hingga peserta luar kota komunitas ini membuktikan bahwa kebahagiaan sejati ada di antara candi, tanjakan, dan kebersamaan.

Sabtu pagi, 30 Mei 2026. Jarum jam belum lama meninggalkan angka enam ketika Spot Riyadi sudah riuh. Lebih dari 40 pasang kaki bersiap, napas masih segar, semangat sudah membara. Mereka bukan sedang berlomba. Mereka sedang hidup. 

Inilah Tapak Candi Ke-5 sebuah perjalanan kaki komunitas yang pelan-pelan tapi pasti, telah menjadi ritual bulanan yang dinanti.

Bukan Sekadar Jalan Kaki

Biasa Rute pagi itu membentang dari Spot Riyadi menuju Candi Barong, berlanjut ke Candi Banyu Nibo, lalu kembali ke titik awal. Jarak tempuh kali ini memang lebih pendek dari pelaksanaan sebelumnya namun jangan salah, medannya justru lebih menantang.

"Kali ini lebih banyak tanjakan," ujar salah satu peserta, sedikit tersengal namun senyumnya tak hilang.

Tanjakan itu bukan halangan. Ia adalah cerita yang akan dikenang. 

Dari Solo Datang, Dari Hati Bermula

Yang istimewa dari Tapak Candi ke-5 ini bukan hanya medannya. Untuk pertama kalinya, peserta datang dari luar kota dari Solo membuktikan bahwa kabar baik tentang komunitas ini sudah melampaui batas kota. 

Dan siapa peserta termuda yang ikut menapaki jalur berbatu itu?

Daniel, 7 tahun. Dengan langkah kecilnya, bocah ini menjadi bukti hidup bahwa usia bukan penghalang untuk mencintai alam dan bergerak bersama.

Di ujung yang lain, ada Ibu Eni Awang dan Pak Marthin, pasangan suami istri yang hadir dengan satu misi sederhana namun mulia: "Kami ikut ini cari sehat."

Tua-muda, kota-desa, suami-istri, anak-anak semua lebur dalam satu langkah yang sama. 

Idealis, Tapi Membumi

Di balik setiap kegiatan yang terorganisir rapi ini, ada seorang pria dengan visi besar. Bang Uthu, pendiri sekaligus "Pak Lurah" komunitas, membuka sambutan dengan penuh semangat. Ia menegaskan bahwa komunitas ini dibangun di atas empat pilar:

Kesetaraan. Kebahagiaan. Kebersamaan. Kesehatan.Semua dibingkai dalam kekayaan budaya lokal yang tak ternilai.

Bukan tagline kosong. Melainkan nilai yang benar-benar hidup di antara para peserta yang melangkah bersama melewati situs-situs warisan leluhur.

Profesional, Aman, dan Nyaman

Tapak Candi ke-5 ini bukan sekadar acara jalan santai biasa. Pelaksanaannya terstruktur dan penuh perhatian terhadap keselamatan peserta.

Sebelum rombongan bergerak, Kak Greace memimpin sesi peregangan dan pemanasan karena tubuh yang siap adalah awal perjalanan yang menyenangkan. Setiap peserta mengisi daftar hadir, memastikan tak satu pun yang luput dari perhatian panitia.

Di sepanjang rute, beberapa kapten regu dan motor pengawal berjaga memastikan tidak ada peserta yang tertinggal. Sebuah standar pelaksanaan yang membuat siapa pun termasuk peserta termuda sekalipun merasa aman berada dalam rombongan.

"Pelaksanaannya semakin sempurna," ungkap Pak Hengki, aktivis komunitas yang telah menyaksikan perjalanan komunitas ini dari awal.

Lima Bulan, Lima Kegiatan, Satu Semangat yang Terus Tumbuh

Sejak pertama kali digelar lima bulan lalu, Tapak Candi konsisten hadir setiap bulan tanpa jeda. Dan di setiap pelaksanaannya, jumlah peserta terus bertambah. Tapak Candi ke-5 ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarahnya.

 "Kegiatan ini terbuka untuk siapapun  dan kali ini peserta terbanyak," kata Pak Hengki dengan nada bangga.

🌿 Bergabunglah. Sebelum Kamu Menyesal Melewatkannya.

Bayangkan: Sabtu pagi, udara segar, kaki melangkah di antara reruntuhan candi berusia ratusan tahun, ditemani puluhan orang yang punya satu tujuan bergerak, bahagia, dan sehat bersama.

Tidak perlu jago olahraga. Tidak perlu pengalaman hiking. Cukup hadir dan bawa semangat.

Kalau Daniel yang baru 7 tahun saja bisa apa alasanmu untuk tidak? 

Tapak Candi adalah komunitas terbuka yang mengajak siapa saja untuk bergerak aktif, mengenal budaya lokal, dan menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan langkah bersama. 

Ikuti kami. Langkahkan kakimu. Ceritanya menunggumu di sana.

🏛️👟 Liputan: Kegiatan Tapak Candi Ke-5 | Sabtu, 29 April 2026 | Spot Riyadi — Candi Barong — Candi Banyu Nibo. (JIM)

Ruang Tengah Politik