Usai Direhabilitasi Rp8 Miliar, Pelabuhan Bajoe Kembali Layani Rute Bone–Kolaka
ZATERANEWS.COM | BONE — Setelah menjalani rehabilitasi selama 21 hari dengan anggaran sekitar Rp8 miliar, Pelabuhan Penyeberangan Bajoe di Kabupaten Bone dipastikan kembali beroperasi melayani rute Bone–Kolaka.
Pengoperasian kembali dermaga ini dinilai penting untuk memulihkan konektivitas transportasi laut, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi lintas Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Pelabuhan Penyeberangan Bajoe di Kabupaten Bone dipastikan kembali beroperasi setelah proses rehabilitasi selama 21 hari rampung sesuai target. Dermaga ini dijadwalkan kembali melayani penyeberangan rute Bone–Kolaka mulai Kamis (21/5/2026).
Kembalinya operasional Pelabuhan Bajoe menjadi bagian penting dalam memulihkan jalur transportasi laut yang selama ini menjadi penghubung utama mobilitas penumpang, kendaraan, serta distribusi barang antarwilayah.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman meninjau langsung kesiapan akhir fasilitas dermaga bersama jajaran PT ASDP dan pemerintah setempat untuk memastikan kesiapan operasional.
Menurutnya, rehabilitasi dermaga tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga peningkatan standar keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan.
“Hasil rehabilitasi ini diharapkan memberikan rasa aman yang lebih baik bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan melalui Bajoe,” ujarnya.
Ia menyebut kualitas pekerjaan dinilai sesuai standar dan selesai tepat waktu sebagaimana target pelaksanaan.
Selain memastikan kesiapan operasional, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya pemeliharaan pascarehabilitasi agar usia pakai infrastruktur dapat bertahan lebih panjang dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
General Manager PT ASDP, Anom Sedayu Panatagama, mengatakan rampungnya rehabilitasi dermaga menjadi langkah penting dalam mengembalikan layanan transportasi laut yang aman dan nyaman.
“Kami berharap layanan penyeberangan masyarakat kembali berjalan aman, nyaman, dan lancar,” katanya.
Pelabuhan Bajoe sendiri memiliki posisi strategis sebagai salah satu jalur vital penghubung Bone–Kolaka. Aktivitas pelabuhan ini berperan besar dalam mendukung mobilitas penumpang, distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir dan lintas provinsi.
Dua kapal feri tujuan Kolaka dijadwalkan kembali beroperasi seiring dibukanya layanan penyeberangan dari Pelabuhan Bajoe.
Pengerjaan rehabilitasi dermaga tersebut menelan anggaran sekitar Rp8 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat sebagai bagian dari penguatan infrastruktur transportasi nasional, khususnya sektor penyeberangan.
Dengan beroperasinya kembali Pelabuhan Bajoe, masyarakat diharapkan kembali menikmati akses transportasi laut yang lebih aman, stabil, dan efisien sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Related Articles