Warga Tamangapa Soroti Bau TPA Antang dan Banjir, DPRD Makassar Desak Penanganan Konkret
ZATERANEWS.COM | MAKASSAR — Persoalan bau sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang dan ancaman banjir masih menjadi keluhan utama warga di wilayah Tamangapa, Kecamatan Manggala.
Dua persoalan lingkungan itu mengemuka saat Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, menyerap aspirasi warga dalam agenda reses masa sidang ketiga tahun anggaran 2025-2026 di Perumahan Ranggong Permai, Kelurahan Tamangapa, Selasa (19/5/2026).
Warga memanfaatkan forum tersebut untuk menyuarakan persoalan yang dinilai mendesak, terutama dampak lingkungan dari aktivitas TPA Antang yang hingga kini masih dirasakan masyarakat sekitar.
Keluhan terbesar datang dari aroma tidak sedap yang berasal dari TPA Antang. Warga mengaku bau sampah kerap mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada malam hari maupun saat cuaca panas.
Kondisi ini dinilai bukan sekadar gangguan kenyamanan, tetapi sudah menjadi persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan serius dari pemerintah kota.
Selain dampak TPA, warga juga menyoroti persoalan banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah titik di Tamangapa saat curah hujan tinggi.
Drainase yang dinilai belum maksimal disebut menjadi salah satu penyebab genangan air mudah masuk ke kawasan permukiman warga.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan perbaikan lapangan badminton di kawasan perumahan yang selama ini digunakan sebagai sarana olahraga dan ruang aktivitas positif warga, khususnya anak muda.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Hj Umiyati menegaskan persoalan lingkungan dan infrastruktur dasar menjadi perhatian serius DPRD Kota Makassar, terutama di wilayah Manggala yang selama ini terdampak langsung persoalan TPA dan banjir.
Legislator Fraksi PPP itu menyatakan seluruh aspirasi warga akan dikawal dan dikoordinasikan dengan OPD terkait agar tidak berhenti sebatas catatan reses.
Menurutnya, persoalan bau sampah dan banjir bukan masalah baru, sehingga dibutuhkan langkah konkret dan percepatan penanganan agar dampaknya tidak terus membebani masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan komunikasi antara warga, pemerintah setempat, dan dinas teknis agar persoalan lingkungan bisa lebih cepat terdeteksi serta ditangani.
Sorotan warga Tamangapa ini kembali menunjukkan bahwa isu pengelolaan TPA Antang, drainase, dan infrastruktur lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Makassar. Warga kini berharap aspirasi tersebut benar-benar ditindaklanjuti menjadi solusi nyata, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Related Articles