KASUS KAYUBOKO: POLA PEMBERITAAN JURNALIS ‘D’ MENJADI OBJEK KAJIAN AKADEMIS KREDIBILITAS MEDIA
Terkini
15 May 2026 17:59
•
1 min read
•
116 views
•
By admin
buserinvestigasi.Jakarta, 4 September 2026 Sebuah kajian akademis tengah menyoroti pola pemberitaan jurnalis berinisial ‘D’ dalam kasus Pertambangan Kayuboko. Penelitian ini difokuskan pada analisis kredibilitas media, etika jurnalistik, dan dinamika independensi peliputan di tengah isu sumber daya alam yang sensitif.
Kasus Kayuboko menjadi sorotan publik karena menyangkut tiga isu utama: pertambangan, investigasi etnika, dan kepatuhan media. Dalam materi kajian yang beredar, muncul narasi besar: _“Jejak kaki di dua kamp: dulu disuap diam, kini ‘bernyanyi’ karena jatah tak tersepakati? – Jurnalis ‘D’ di pusaran Kayuboko. Anatomi sebuah pengkhianatan atau investigasi sejati?”_
Tim peneliti menyatakan bahwa pertanyaan tersebut digunakan sebagai kerangka untuk membedah konsistensi narasi, perubahan sudut pandang, dan kemungkinan pengaruh eksternal dalam proses peliputan. Objek analisis meliputi struktur berita, sumber yang dikutip, serta konteks ekonomi-politik yang melingkupi publikasi.
“Kajian ini tidak bertujuan menghakimi secara hukum. Fokus kami adalah memahami bagaimana pola pemberitaan dapat membentuk persepsi publik terhadap integritas media,” ujar salah satu peneliti yang terlibat dalam proyek tersebut.
*Temuan Ketua Asosiasi Pertambangan Rakyat Parigi Moutong*
Ketua Asosiasi Pertambangan Rakyat Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyatakan bahwa pihaknya menemukan nama oknum wartawan berinisial Djarot yang bertugas di media online Indigo terkait kasus Kayuboko. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari bahan evaluasi publik atas pola peliputan yang terjadi di lapangan.
Hasil penelitian diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi redaksi media, asosiasi jurnalis, dan akademisi komunikasi dalam memperkuat standar etika peliputan, khususnya pada isu-isu yang melibatkan kepentingan ekonomi besar dan konflik sosial.
Kasus Kayuboko sebelumnya telah memicu diskusi publik mengenai peran media sebagai pengawas kekuasaan, sekaligus menguji batas independensi jurnalis ketika menghadapi tekanan eksternal.
---
*Kontak Media:*
---
*Ditulis oleh:*
*Muhammad Raihan Panintjo*
Jurnalis & Penulis Lepas
---
KASUS KAYUBOKO: POLA PEMBERITAAN JURNALIS ‘D’ MENJADI OBJEK KAJIAN AKADEMIS KREDIBILITAS MEDIA
Related Articles
Recent Articles
•
SIDANG PERKARA SENGKETA TANAH DI PN BOGOR: PEMERIKSAAN SAKSI DAN BUKTI JADI AGENDA UTAMA
•
SIDANG PERKARA SENGKETA TANAH DI PN BOGOR: PEMERIKSAAN SAKSI DAN BUKTI JADI AGENDA UTAMA
•
Waspada Penipuan Berkedok Permainan Judi Online, Situs “Sauditoto” Diduga Menipu
•
Rabu, 3 Juni 2026 Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD
•
Diduga Peredaran Obat Keras Golongan G Kembali Marak di Cianjur Kota Cianjur – Masyarakat kembali menyoroti dugaan peredaran obat keras golongan G di wilayah Cianjur Kota. Sejumlah konter yang berada di pinggir jalan diduga
•
Rumah Dadan Hindayana di Taman Cimanggu Permai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, kosong pasca jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang diembannya dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto.
•
PANGDAM III/SILIWANGI HADIRI ACARA LEPAS SAMBUT KEPALA KEJAKSAAN TINGGI JAWA BARAT TAHUN 2026
•
Pangdam III/Siliwangi Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa barat
•
Mabes TNI Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Peran Pancasila Sebagai Fondasi Perdamaian Dunia
•
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Kapolsek Gunungsitoli Alo'oa IPDA PONIMAN LASE, S.I.P. Menghadiri Pertemuan di Desa Loloanaa Lolomoyo Kec. Gunungsitoli Utara.
•
Dugaan Penjualan Lahan Kawasan Hutan di Desa Opo Dilaporkan ke KPH, Mantan Kades Beri Klarifikasi
•
Ketum DPP PWDPI Kecam Keras Penculikan Tiga Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel