Home Nasional Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius, Ini Kronologi Dugaan Intimidasi

Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius, Ini Kronologi Dugaan Intimidasi

22
0
SHARE
Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius, Ini Kronologi Dugaan Intimidasi

Kasus dugaan intimidasi terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menjadi sorotan publik. Insiden ini mencuat setelah yang bersangkutan mengaku dibuntuti oleh pria tak dikenal dalam beberapa waktu terakhir.

Peristiwa tersebut dialami oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto pada Februari 2026 di wilayah Yogyakarta.

Ia menyampaikan bahwa aksi pembuntutan terjadi usai dirinya melayangkan surat terbuka kepada UNICEF yang menyoroti tragedi kegagalan pendidikan pada bocah di NTT yang bunuh diri akibat tak mampu membeli alat tulis seharga Rp10 Ribu.

Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai siapa pelaku pembuntutan maupun motif aksi tersebut.

"Mulai sekarang kita sebut MBG sebagai #malingBerkedokGizi!" ajak dia.

Tiga hari kemudian, pada (13/2) , ia kembali mengunggah kritik pedas.

"Orang yang peduli pada bangsanya, apapun ekspresinya, tidak boleh dipandang sebagai ancaman, Indonesia itu milik semua, bukan hanya milik penguasa. Adalah hak kita pilih lima tahunan sebagai penyelenggara negara ketika kerjanya tidak beres," tulis Tiyo di akun @tiyoardianto.

Dia kemudian melanjutkan sidiranya

"Kritik harusnya jadi alarm yang membangunkan pemerintah dari tidur panjang, sayangnya, sebagaimana para pemalas, pemerintah lebih senang mengentikan alarm itu supaya lanjut tidur lagi - lalu bermimpi tentang Indonesia Emas 2045," tambahnya.

Bahkan Tiyo Dalam unggahan Instagram kembali menyeletuk secara blak-blakan.

"Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain. Ajaibnya orang pintar sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjujung kebodohan pimpinannya," tulis Tiyo Ardianto dalam Unggahan Instagram

Pesan teror datang via WhatsApp dari nomor asing tak lama setelah itu. Pelaku menuding Tiyo sebagai "agen asing" yang "cari panggung".

Tiyo menyebut dirinya mendapat intimidasi berupa ancaman, pesan penculikan, hingga penguntitan oleh dua orang yang tak dikenal.

"Sebagai mahasiswa BEM UGM, saya tidak takut apalagi gentar selama terus lahir orang-orang waras di Republik ini. Selama penguasa yang zalim tidak akan hidup tenang. Terima kasih rakyat Indonesia, berkat cahaya doa anda semua, saya masih baik-baik saja," ujarnya dalam unggahan terbaru.

Unggahan Tiyo menuai dukungan netizen.

"Terimakasih mahasiswa," tulis @dokterapin.

"Terima kasih adik2 mahasiswa yang sudah berani mewakili keresahan kami dan teruslah bersuara dan bergerak," tulis @siswoyo_sachroni

"Sebagai mantan aktivis, sudah lama saya menunggu munculnya tokoh-tokoh seperti ini," tulis @adolarief

"Kritik boleh, tapi menghina justru menutup ruang diskusi yang sehat," tulis @faraz_channel

"Ketika seorang badut msk ke istana, ia tidak menjadi raja, istana itu yang berubah menjadi sirkus," tulis @magdaz_mp28

"Terimakasih sudah menyuarakan," tulis @faniakshryn

Sebelum kejadian ini, Tiyo dan BEM UGM sempat mengirimkan surat resmi ke UNICEF, mendesak penguatan perlindungan anak dan evaluasi kebijakan pendidikan. (*)