
Keterangan Gambar : Sosok Dokter Piprim yang telah dipecat oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin (Instagram/ @dr.piprim)
Lensa Atjeh Selatan,-Belakangan ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar pemecatan dokter Piprim Basarah.Pasalnya, dokter Piprim mengaku dipecat langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Pria yang dikenal sebagai ahli jantung anak Indonesia ini menyatakan dirinya dipecat setelah menunjukkan sikap kritis terhadap kolegium di bawah Kemenkes.
Penyataan tersebut disampaikan sendiri oleh dokter Piprim melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Minggu 15 Februari 2026.
"Akhirnya saya dipecat oleh Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin," ucapnya.
Polemik pemberhentian dokter Piprim diketahui berawal ketika ia mengutarakan penolakan terhadap kolegium yang berada di bawah Kemenkes.
Membawa amanah kongres nasional di Semarang, dokter Piprim meminta kolegium ilmu kesehatan anak tetap independn dan tidak berada di bawah Menkes.
Namun penolakan dokter Pimprim ini berujung pada mutasi. Ia dimutasi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke RSUP Fatmawati pada April 2025.
Konsultan jantung anak senior itu lanjut mengaku diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri terhitung sejak Februari 2026.
Keputusan pun tertuang dalam dokumen tertanggal 2 Februari 2026 yang ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa dr. Piprim melakukan pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil karena tidak hadir bekerja selama 28 hari berturut-turut.
Sontak, pemecatan dokter Piprim ini memicu perdebatan di kalangan profesi medis dan masyarakat luas.
Dokter Piprim sendiri dikenal sebagai ahli jatung anak yang disegani di Indonesia. Pria kelulusan pendidikan dokter Universita Padjadjaran pada tahun 1991 ini menempuh pendidikan spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2002.
Ia juga memiliki pengalaman internasional melalui fellowship kardiologi anak di Institut Jantung Negara, Malaysia, yang diselesaikannya pada 2007.
Dengan latar belakang tersebut, dokter Pimprim memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang kesehatan anak dan lebih dari 15 tahun sebagai subspesialis kardiologi anak.
Sejak 2005, ia berkiprah di Jakarta dan tercatat sebagai Konsultan Kardiologi Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Selain praktik klinis, ia aktif dalam dunia pendidikan sebagai dosen di FKUI dan mengajar calon dokter spesialis kardiologi anak.
Dokter Piprim juga diketahui merupakan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang vokal menyuarakan isu kesehatan anak hingga kebijakan layanan kesehatan. (*)
Ia juga memiliki pengalaman internasional melalui fellowship kardiologi anak di Institut Jantung Negara, Malaysia, yang diselesaikannya pada 2007.
Dengan latar belakang tersebut, dokter Pimprim memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang kesehatan anak dan lebih dari 15 tahun sebagai subspesialis kardiologi anak.
Sejak 2005, ia berkiprah di Jakarta dan tercatat sebagai Konsultan Kardiologi Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Selain praktik klinis, ia aktif dalam dunia pendidikan sebagai dosen di FKUI dan mengajar calon dokter spesialis kardiologi anak.
Dokter Piprim juga diketahui merupakan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang vokal menyuarakan isu kesehatan anak hingga kebijakan layanan kesehatan. (*)







LEAVE A REPLY