Dua WNA Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Kondisi Jenazah Dipengaruhi Paparan Panas Ekstrem
HALMAHERA UTARA — Tim gabungan kembali menemukan dua warga negara asing (WNA) yang menjadi korban dalam bencana erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara. Penemuan tersebut menarik perhatian masyarakat karena salah satu korban ditemukan dalam kondisi yang sudah tinggal tulang belulang meskipun peristiwa erupsi baru terjadi beberapa hari lalu.
Sejumlah pihak menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi akibat paparan suhu panas yang sangat tinggi dari material vulkanik saat erupsi berlangsung. Dalam erupsi gunung api, terdapat fenomena aliran piroklastik, yaitu campuran gas panas, abu vulkanik, dan material batuan yang meluncur dengan kecepatan tinggi dari kawah gunung.

Aliran piroklastik diketahui memiliki suhu ekstrem yang dapat mencapai ratusan derajat Celsius. Paparan langsung terhadap material panas tersebut dapat menyebabkan kerusakan sangat berat pada tubuh korban dalam waktu singkat, terutama apabila korban berada sangat dekat dengan jalur aliran material vulkanik.
Sementara itu, korban lain yang ditemukan dalam kondisi jenazah masih utuh diduga berada pada posisi yang lebih jauh dari pusat panas atau hanya terkena abu vulkanik dan dampak tidak langsung dari erupsi.
Meski demikian, pihak berwenang dan tim medis forensik tetap akan melakukan proses identifikasi dan pemeriksaan resmi untuk memastikan kondisi korban secara ilmiah dan akurat.
Pemerintah dan aparat terkait kembali mengimbau masyarakat agar tidak mendekati kawasan berbahaya di sekitar Gunung Dukono karena aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi menimbulkan ancaman keselamatan sewaktu-waktu.
Penulis : Marnisto Gula
Related Articles