NTP NTT Meningkat pada Mei 2026 Daya Beli Petani Semakin Membaik

Ekonomi 03 Jun 2026 09:34 2 min read 9 views By cht/pc

Share berita ini

NTP NTT Meningkat pada Mei 2026 Daya Beli Petani Semakin Membaik
foto: Dok. BPS NTT

PEREMPUANCENDANA | Kupang Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Mei 2026 tercatat sebesar 99,86 atau naik 0,45 persen dibandingkan April 2026 yang berada pada angka 99,41.

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si., menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers virtual yang digelar pada Selasa (2/6/2026) di Kantor BPS NTT.

 

Menurut Matamira, kenaikan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) meningkat sebesar 0,52 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik 0,06 persen.

 

Peningkatan NTP didorong oleh naiknya sejumlah subsektor pertanian, terutama subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang meningkat 1,66 persen. Selain itu, subsektor Hortikultura naik 0,44 persen, Perikanan 0,18 persen, dan Tanaman Pangan 0,12 persen. Sementara itu, subsektor Peternakan mengalami penurunan sebesar 0,09 persen.

 

Komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan harga yang diterima petani antara lain kakao atau cokelat biji, kopi, vanili, kemiri, jagung, dan kacang hijau.

 

Pada saat yang sama, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) juga mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen menjadi 122,72. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya pengeluaran pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

 

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, NTUP tercatat sebesar 104,86 atau naik 0,66 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar 104,17.

 

Matamira menjelaskan bahwa peningkatan NTP dan NTUP menunjukkan adanya perbaikan daya tukar petani serta meningkatnya kemampuan usaha rumah tangga pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini menjadi indikator positif bagi sektor pertanian yang masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.(BPS NTT) 

 

Perempuan Cendana