Home Opini Mengapa Ekonomi Syariah Semakin Relevan di Tengah Krisis Global?

Mengapa Ekonomi Syariah Semakin Relevan di Tengah Krisis Global?

Oleh: M. Guffar Harahap, S.E,.M.E (Dosen Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah)

54
0
SHARE
Mengapa Ekonomi Syariah Semakin Relevan di Tengah Krisis Global?

Krisis global yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir, mulai dari krisis keuangan, pandemi, hingga gejolak ekonomi akibat konflik geopolitik, menunjukkan rapuhnya sistem ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya terlihat stabil dapat runtuh dalam waktu singkat akibat spekulasi pasar, ketergantungan utang, dan ketidakseimbangan distribusi kekayaan. Dalam situasi penuh ketidakpastian tersebut, ekonomi syariah semakin dipandang sebagai sistem alternatif yang mampu menawarkan stabilitas dan keadilan ekonomi.

Ekonomi syariah memiliki karakteristik utama yang membedakannya dari sistem ekonomi konvensional, yakni larangan praktik riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (spekulasi berlebihan). Prinsip-prinsip ini secara tidak langsung membatasi aktivitas ekonomi yang bersifat manipulatif dan berisiko tinggi. Banyak krisis keuangan global justru dipicu oleh transaksi spekulatif yang tidak didukung sektor riil, sehingga menciptakan gelembung ekonomi yang akhirnya pecah. Ekonomi syariah menekankan keterkaitan erat antara aktivitas keuangan dan sektor produktif nyata.

Salah satu kekuatan ekonomi syariah terletak pada konsep risk sharing atau berbagi risiko. Dalam sistem ini, lembaga keuangan dan pelaku usaha bekerja sebagai mitra, bukan sekadar pemberi dan penerima pinjaman. Mekanisme bagi hasil mendorong investasi yang lebih hati-hati serta berorientasi jangka panjang. Pendekatan ini terbukti lebih resilien dalam menghadapi guncangan ekonomi karena tidak membebani pelaku usaha dengan kewajiban bunga tetap saat kondisi ekonomi menurun.

Selain itu, ekonomi syariah juga mengintegrasikan dimensi sosial dalam sistem ekonominya. Instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf berfungsi sebagai mekanisme perlindungan sosial yang membantu kelompok rentan bertahan di tengah krisis. Ketika banyak masyarakat kehilangan pekerjaan atau pendapatan, distribusi dana sosial berbasis syariah dapat menjadi penyangga ekonomi sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat.

Di era globalisasi dan digitalisasi, ekonomi syariah tidak lagi terbatas pada institusi keuangan tradisional. Perkembangan teknologi finansial berbasis syariah membuka akses layanan keuangan yang lebih luas, cepat, dan inklusif. Hal ini memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah yang sering menjadi kelompok paling terdampak saat krisis global terjadi.

Namun, meningkatnya relevansi ekonomi syariah juga harus diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat serta penguatan regulasi dan inovasi produk. Tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan ekosistem yang kuat, potensi besar ekonomi syariah sulit diwujudkan secara optimal.

Pada akhirnya, relevansi ekonomi syariah di tengah krisis global bukan semata karena identitas religiusnya, melainkan karena nilai universal yang diusungnya: keadilan, keseimbangan, transparansi, dan tanggung jawab sosial. Ketika dunia mencari sistem ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan, ekonomi syariah menawarkan pendekatan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan kesejahteraan bersama.