
Keterangan Gambar : Menag Nasarudin Umar membeberkan Isra Mi
BERKAHSULTAN.COM - Dalam memperingati Isra Mi'raj 1447 H, Menteri Agama (Menang) Nasarudin Umar menegaskan, bahwa salat tidak cuma memiliki nilai kesalehan spiritual, tetapi juga memiliki nilai kepeduliaan terhadap lingkungan sosial dan kelestarian alam.
Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M.
Dalam kesempatan itu, Menag menjelaskan, bahwa dalam peristiwa Isra Mi'raj Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu,yang bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, akan tetapi juga menjadi fondasi terbentuknya kepribadian muslim yang beriman, disiplin, dan berakhlak mulia.
"Salat yang dilaksanakan dengan penghayatan penuh dan pemahaman yang benar akan melahirkan pribadi yang berkesadaran tinggi, memiliki kepekaan sosial, dan kepeduliaan terhadap lingkungan," kata Menag Nasarudin Umar di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Lebih lanjut kata dia, salat yang dilakukan dengan benar, maka salatnya akan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Bahkan sekaligus bisa menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan ekologis.
Menag juga menyoroti prinsip thaharah sebagai syarat sahnya salat. Menurutnya, prinsip tersebut mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga pada lingkungan sekitarnya.
"Sementara gerakan dan tata tertib salat juga mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri dalam membangun dan memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan," ujarnya.
Tidak hanya itu, Menang juga menegaskan, esensi Isra Mi'raj itu menunjukkan Islam sebagai fondasi etika ekologis.
Dikatakannya, konsep tauhid itu mengimplikasikan kesatuan ciptaan (unity of creation), bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah SWT.
"Maka, merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Sementara menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepadaNya," imbuhnya.
Oleh sebab itu, melalui peringatan Isra Mikra 1447H, Menang mengajak seluruh umat untuk menjadikannya sebagai momentum refleksi meneguhkan kembali peran manusia sebagai Khalifah di muka bumi.
Menag menilai, krisis lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh, yaitu kesalehan yang tidak hanya cermin dalam ketaatan beribadah. Akan tetapi juga dituntut dalam menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.
"Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan kita ke langit, akan tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak," terangnya.
Menag berharap, semoga peringatan Isra Mi'raj ini menjadi titik balik bagi umat dan bangsa dalam menguatkan kesalehan spiritual kesalehan sosial, dan kesalehan ekologi yang diwujudkan melalui empati yang nyata terhadap kelestarian alam.
"Insya Allah ini semuanya jadi titik balik yang menguatkan," tandasnya.













LEAVE A REPLY