Anambas Curi Perhatian Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo

IPOLEKSOS 13 May 2026 10:56 3 min read 69 views By Effendi

Share berita ini

Anambas Curi Perhatian Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian (baju batik) menyambut kedatangan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo beserta rombongan di atas kapal roro KMP Bahtera Nusantara 01  yang baru merapat di Pelabuhan roro Matak, Rabu (13/5/2026) malam.

Koran Bintan.com | TAREMPA — Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan. Riau sepertinya mampu memikat perhatian Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo. Pasalnya, untuk kedua kalinya,  Letjen TNI Kunto kembali berkunjung ke kabupaten di utara negara kesatuan Republik Indonesia ini.

 

Letjen TNI Kunto Arief Wibowo diketahui pernah berkunjung ke Anambas pada Jum'at (15/8/2025) lalu melalui Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Matak lalu melanjutkan perjalanan ke Tarempa melalui Pelabuhan Sri Siantan.

 

Kunjungan kali ini, Pangkogabwilhan I beserta rombongan menggunakan armada kapal roro  KMP Bahtera Nusantara 01  dan merapat di Pelabuhan roro Matak, Rabu (13/5/2026) malam.

 

Kedatangan Pangkogabwilhan I beserta rombongan disambut langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian beserta isteri Kustiorini yang juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Anambas.

 

Dalam sambutan selamat datangnya, Wabup Raja Bayu mengatakan, kunjungan Pangkogabwilhan I tersebut menjadi kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi dirinya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan seluruh masyarakat di wilayah perbatasan.

 

"Saya selaku Wakil Bupati Kepulauan Anambas menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya atas kunjungan tersebut," ungkap Raja Bayu.  Menurutnya, erjalanan yang ditempuh menggunakan kapal roro KMP Bahtera Nusantara 01 memberikan makna mendalam, karena turut memperlihatkan secara nyata tantangan geografis yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan dalam aktivitas sehari-hari.

 

Ditambahkan Wabup, sebagai daerah yang berada di garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kepulauan Anambas memiliki peran strategis yang memerlukan perhatian bersama. Oleh karena itu, Raja Bayu berharap kunjungan ini menjadi langkah awal yang semakin mempererat hubungan dan koordinasi lintas sektor demi menghadirkan pembangunan yang merata, tangguh, dan berdaya saing bagi masyarakat kepulauan.

 

"Kehadiran beliau (Pangkogabwilhan I) secara langsung di daerah kepulauan ini bukan hanya menjadi bagian dari agenda pengawasan dan pengendalian operasi serta pemetaan wilayah, namun juga mencerminkan perhatian besar terhadap kondisi dan pembangunan kawasan perbatasan negara," tandas  alumnus Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru ini.

 

Sementara itu, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menilai Anambas memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian dan peternakan yang bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.


Suami Indira Paramita ini menyebutkan TNI telah menjalankan program peternakan ayam petelur di wilayah tersebut sebagai upaya mendukung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, hasil program itu mulai dirasakan manfaatnya, terutama dalam membantu ketersediaan telur di daerah yang selama ini bergantung pasokan dari luar pulau.


“Kalau didatangkan dari jauh, perjalanan bisa memakan waktu berminggu-minggu dan kualitasnya tentu sudah tidak segar lagi saat tiba. Maka daerah perlu mulai memproduksi sendiri dan bahkan bisa memasok ke pulau lain,” ujar pria kelahiran di Malang, 55 tahun lalu ini.

 

Selain peternakan, mantan Komandan Korem 032/Wirabraja  juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor pertanian melalui perbaikan kualitas lahan di Anambas. Kunto menjelaskan, sebagian wilayah memiliki karakter tanah dengan kadar kapur tinggi dan tingkat keasaman tertentu yang memengaruhi produktivitas pertanian.

 

Letjen Kunto berharap penguatan ketahanan pangan di wilayah perbatasan seperti Anambas dapat terus dikembangkan agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah. “Intinya kita memperbaiki lahannya dulu. Dampaknya nanti ke buah, sayur, hingga perkebunan. Kalau tanahnya sudah baik, tinggal masyarakat mau menanam komoditas apa,” tandas adik ipar Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja Joko Widodo  ini.(PEN)

>>