Bos MBG Dicopot Presiden Prabowo

IPOLEKSOS 02 Jun 2026 15:01 3 min read 32 views By Fadhsa

Share berita ini

Bos MBG Dicopot Presiden Prabowo
Mensesneg Prasetyo Hadi didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya dan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengumumkan pemberhentian Kepala BGN Dadan Hindayana di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Koran Bintan.com | JAKARTA — Dadan Hindayana, Bos Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dicopot dari jabatannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto mulai Selasa (2/6/2026). Hal pencopotan Kepala BGN ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

 

"Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewijk Paulus sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional," kata Pras.

 

Pergantian pimpinan BGN ini kata Pras, dilakukan setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja lembaga tersebut. Hasil evaluasi itu kemudian menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan perombakan di jajaran pimpinan.

 

"Tentunya selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini," kata Prasetyo Hadi.

 

Menurut Prasetyo, temuan pemerintah tidak hanya menyangkut persoalan administratif semata. Evaluasi juga mencakup kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG.

 

"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kualitas makanan yang telah ditetapkan standar oleh BGN juga menjadi salah satu aspek yang dievaluasi pemerintah.

 

"Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," lanjut Prasetyo. Menurutnya, berbagai catatan tersebut menjadi alasan utama Presiden mengambil langkah pergantian kepemimpinan.

 

Di tengah proses evaluasi tersebut, pemerintah juga masih melakukan audit internal terhadap sejumlah isu yang berkembang, termasuk dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun Istana menegaskan bahwa pergantian pimpinan BGN merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh yang telah berlangsung cukup lama.

 

"Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari monitoring dan evaluasi terus-menerus yang kita lakukan," kata Prasetyo.

 

Sebagai pengganti Dadan Hindayana, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu memperbaiki berbagai catatan yang ditemukan selama proses evaluasi sehingga pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih optimal.

 

Selain Nanik, pemerintah juga menunjuk Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Perombakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memperkuat tata kelola program MBG yang selama ini menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo.

 

Pras tak lupa menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana beserta jajaran pimpinan BGN atas kontribusi mereka selama ini. "Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," imbuhnya.(han)

 

>>