Orang Australia Dipilih Sebagai Dirut PT. Danantara Sumberdaya Indonesia

IPOLEKSOS 21 May 2026 15:41 2 min read 39 views By Fadhsa

Share berita ini

Orang Australia Dipilih Sebagai Dirut PT. Danantara Sumberdaya Indonesia
Luke Thomas Mahony, seorang warga negara Australia dipilih sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Koran Bintan.com | JAKARTA — Luke Thomas Mahony, seorang warga negara Australia dipilih sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Danantara Indonesia mulai menyiapkan struktur kepemimpinan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), perusahaan baru yang akan memegang peran strategis dalam pengelolaan ekspor komoditas nasional seperti sawit dan batu bara.

 

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengonfirmasi warga negara Australia, Luke Thomas Mahony, dipilih sebagai Direktur Utama DSI. “Untuk saat ini Luke Thomas,” kata Rosan, seperti dikutip JPNN, Rabu (21/5/2026).

 

Penunjukan Luke menjadi sorotan karena pemerintah menyerahkan pucuk pimpinan entitas eksportir komoditas strategis tersebut kepada figur asing. Luke sebelumnya dikenal sebagai mantan Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan memiliki pengalaman panjang di sektor pertambangan serta sumber daya alam.

 

Rosan menegaskan pemilihan Luke didasarkan pada rekam jejak profesional dan kapasitas manajerialnya dalam industri ekstraktif. Menurut dia, pengalaman Luke dinilai relevan dengan target pemerintah membangun tata kelola ekspor komoditas yang lebih terintegrasi dan transparan. “Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas, seperti membentuk Danantara dulu,” ujar Rosan.

 

DSI disiapkan menjadi kendaraan baru pemerintah untuk memperketat pengawasan ekspor sumber daya alam sekaligus mengendalikan arus devisa dari komoditas unggulan Indonesia. Perusahaan tersebut juga diproyeksikan berperan dalam stabilisasi harga ekspor dan penguatan posisi tawar Indonesia di pasar global.

 

Pembentukan DSI masih berada dalam tahap finalisasi struktur manajemen dan konsultasi dengan pelaku industri. Danantara disebut tengah menggelar komunikasi intensif dengan berbagai asosiasi usaha, termasuk Kadin, Apindo, asosiasi sawit, hingga Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI). “Kami mau mendengarkan masukan dari semua asosiasi, Kadin, Apindo, asosiasi sawit, APBI, batu bara, semua. Kami juga sekaligus sosialisasi,” kata Rosan.

 

Menanggapi hal itu, seorang pengusaha nasional yang tidak mau ditulis namanya mempertanyakan apakah PT Danantara Sumber Daya Indonesia, yang praktis menjadi satu-satunya pintu ekspor komoditas strategis Indonesia, sudah memiliki kapasitas administrasi dan operasional yang memadai?

 

"Rencana ini sebetulnya seperti menghilangkan peran Direktorat Jenderal Bea Cukai. Lembaga itu nanti mungkin hanya memberi stempel saja," ujarnya.(han/ard)

>>