Sistem Imigrasi Malaysia Terganggu, Ribuan Orang Diperiksa Manual

INTERNASIONAL 28 May 2026 20:32 2 min read 35 views By Wardy

Share berita ini

Sistem Imigrasi Malaysia Terganggu, Ribuan Orang Diperiksa Manual
Tempat Pemeriksaan Imigrasi Malaysia di Kompleks Sultan Abu Bakar (KSAB) yang terhubung dengan Jembatan Tuas Second Link menuju Singapura.

Koran Bintan.com | KUALA LUMPUR — Mobilitas puluhan ribu pekerja dan pelancong di perbatasan Malaysia menuju Singapura terganggu setelah sistem imigrasi nasional Malaysia mengalami gangguan selama sekitar lima jam pada Kamis (28/05/2026) pagi.

 

Gangguan tersebut membuat proses pemeriksaan di dua pos utama perbatasan darat Johor di Johor-Singapore Causeway, Johor Bahru dan Malaysia-Singapore Second Link, Tanjung Kupang, Malaysia harus dilakukan secara manual. 

 

Akibatnya antrean panjang tidak dapat dihindari, terutama saat jam-jam sibuk ketika ribuan warga Malaysia akan berangkat bekerja ke negara tetangga, Singapura.

 

Sistem berbasis komputer di pos pemeriksaan imigrasi dilaporkan tidak berfungsi sejak sekitar pukul 04.30 hingga 09.30 waktu setempat. Akibatnya, petugas imigrasi harus memeriksa dokumen warga Malaysia dan pelancong asing secara manual.

 

Sebagaimana dilaporkan oleh media lokal The Star, Jumat (29/5/2026), antrean panjang terjadi di Kompleks Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina Bangunan Sultan Iskandar (BSI) yang terhubung dengan Jembatan Woodlands. Gangguan serupa juga terjadi di Kompleks Sultan Abu Bakar (KSAB) yang terhubung dengan Jembatan Tuas Second Link.

 

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia Zakaria Shaaban mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 5 pagi dan berlangsung hingga pukul 8.45 pagi karena masalah teknis pada pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs).

 

"Sistem tersebut kembali online setelah pekerjaan perbaikan dilakukan. Sistem tersebut tidak diretas. Sistem MyIMMs sudah berusia 30 tahun. Masalah pasti akan terjadi," demikian kutipan pernyataannya yang dimuat oleh The Star.

 

Sistem tersebut diharapkan akan digantikan oleh Sistem Imigrasi Terpadu Nasional (NIISe) pada 2028 mendatang. Platform imigrasi digital baru ini, yang dirancang untuk memodernisasi kontrol perbatasan, bertujuan untuk mengintegrasikan verifikasi paspor, pemeriksaan visa, dan data pelancong ke dalam satu platform.

 

Menurut Zakaria, gangguan seperti itu mungkin akan terjadi lagi hingga sistem NIISe beroperasi penuh. "Kami akan bertahan hingga sistem NIISe siap," katanya.

 

Awal bulan ini, Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail mengatakan selama kunjungan ke Johor bahwa vendor NIISe telah diinstruksikan untuk menyiapkan rencana mitigasi menjelang dimulainya operasi Sistem Transit Cepat (RTS) Johor Bahru-Singapura tahun depan.

 

Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk meminimalkan segala bentuk gangguan teknis dalam sistem baru tersebut. Insiden pada Kamis (28/5/2026) pagi itu membuat banyak pelancong frustrasi. Beberapa di antaranya mengklaim hal itu menyebabkan mereka terlambat bekerja.(ard)

>>