Tahun Ini, PT. PHE Pastikan Eksplorasi Blok East Natuna Jalan

ENERGI 25 May 2026 22:34 2 min read 50 views By Fadhsa

Share berita ini

Tahun Ini, PT. PHE Pastikan Eksplorasi Blok East Natuna Jalan
Rig milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sedang melakukan kegiatan.

Koran Bintan.com | JAKARTA — Corporate Secretary (Corsec) PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Hermansyah Y Nasroen mengatakan, tahap eksplorasi Blok East Natuna, Kepulauan Riau dipastikan akan dilakukan pada tahun ini. 

 

“Mudah-mudahan bisa ngebor (eksplorasi) tahun ini. Kita upayakan. Kan sudah (masuk) semester dua karena udah mau masuk juga,” ungkap Hermansyah saat ditemui di Gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (25/5/2026). 

 

Untuk diketahui, PHE memegang 100% hak kelola atau Participating Interest (PI) di Blok East Natuna melalui anak usahanya, PT Pertamina East Natuna.

 

Adapun terkait target, Hermansyah belum menargetkan jadwal produksi. Tujuan eksplorasi blok, ungkap dia, hanya difokuskan untuk mendapatkan data detail terkait blok migas untuk menentukan tahap selanjutnya. 

 

“Kalau eksplorasi kita belum ada target produksi, fokusnya kan kita mendapatkan data, sehingga untuk next-nya, langkah selanjutnya,” tambahnya. 

 

Sekilas Blok East Natuna

 

Blok East Natuna ditemukan tahun 1973 dan hingga saat ini masih belum dikembangkan. Blok East Natuna menyimpan potensi sebesar trilion cubic feet (Tcf) dengan potensi gas yang recoverable sebesar 46 Tcf. Kendala utama pengembangan blok ini adalah kadar CO2 yang mencapai 72%.

 

Blok ini semula dikelola ExxonMobil dan mendapatkan hak kelolanya tahun 1980. Namun lantaran tidak ada perkembangan, pada tahun 2007 kontraknya dihentikan. Setahun kemudian yaitu tahun 2008, East Natuna diserahkan pengelolaannya ke PT Pertamina.

 

Selanjutnya, ExxonMobil, Total dan Petronas, bergabung. Posisi Petronas kemudian digantikan PTT Exploration and Production (PTT EP) tahun 2012. Sayangnya tahun 2017 konsorsium ini bubar dengan alasan tidak ekonomis dan menyisakan PT Pertamina

 

Dalam catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dibandingkan minyak, blok ini memiliki potensi yang besar pada gas, yakni mencapai 222 triliun kaki kubik (TCF). 

 

Namun demikian, kandungan CO2 di blok tersebut mencapai lebih dari 70%, sehingga yang bisa dieksploitasi kemungkinan hanya sekitar 46 TCF. Sedangkan minyak Blok East Natuna diperkirakan tidak terlalu besar, hanya mencapai 7.000-15.000 barel per hari.(han/ard)

 

>>