Soal Isu Reshuffle, Qodari Tegaskan Itu Hak Presiden

NUSANTARA 27 Apr 2026 12:07 3 min read 107 views By Admin

Share berita ini

Soal Isu Reshuffle, Qodari Tegaskan Itu Hak Presiden
Soal Isu Reshuffle, Qodari Tegaskan Itu Hak Presiden.

Kepri (POJOK POLITIK) – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa perombakan (reshuffle) dalam Kabinet Merah Putih sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Qodari saat menanggapi isu yang beredar mengenai rencana reshuffle sejumlah pejabat pada hari ini. Ia juga termasuk salah satu nama yang disebut-sebut akan dilantik.

 

“Itu sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden,” ujar Qodari senin siang.

 

Ia menambahkan, masyarakat sebaiknya menunggu pengumuman resmi dari Presiden terkait kabar perombakan kabinet tersebut. Menurutnya, keputusan mengenai perubahan komposisi kabinet berada sepenuhnya di tangan Kepala Negara sebagai pemegang hak prerogatif.

 

“Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga angkat bicara terkait isu reshuffle. Ia meminta awak media untuk bersabar menantikan kepastian.

 

“Tunggu saja,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

 

Sepanjang masa pemerintahannya, Presiden Prabowo telah melakukan empat kali reshuffle Kabinet Merah Putih.

 

Pada reshuffle pertama, 19 Februari 2025, Brian Yuliarto dilantik sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro. Selain itu, Muhammad Yusuf Ateh ditunjuk sebagai Kepala BPKP dengan Agustina Arumsari sebagai wakilnya.

 

Presiden juga mengangkat Amalia Adininggar Widyasanti sebagai Kepala BPS didampingi Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala BSSN.

 

Pada reshuffle kedua, 8 September 2025, Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Selain itu, Mukhtarudin dilantik menggantikan Abdul Kadir Karding, serta Ferry Juliantono menggantikan Budi Arie Setiadi.

 

Presiden juga menunjuk Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya.

 

Pada reshuffle ketiga, 17 September 2025, Djamari Chaniago dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggantikan Budi Gunawan. Sementara itu, Erick Thohir ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Dito Ariotedjo.

 

Selain itu, Afriansyah Noor, Rohmat Marzuki, dan Farida Faricha juga dilantik.

 

Presiden turut menunjuk Angga Raka Prabowo, Sonny Sanjaya, Nanik Sudaryati Deyang, serta Sarah Sadiqa. Selain itu, Ahmad Dofiri ditunjuk sebagai penasihat khusus Presiden, sementara Muhammad Qodari menjabat Kepala Staf Kepresidenan.

 

Pada reshuffle keempat, 8 Oktober 2025, Benjamin Paulus Octavianus dan Akhmad Wiyagus dilantik sebagai wakil menteri. Selain itu, Anggito Abimanyu ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS.

 

Di sektor BUMN, Dony Oskaria diangkat sebagai Kepala BP BUMN dengan Aminudin Maruf dan Teddy Barata sebagai wakil.

 

Presiden juga mengangkat Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra sebagai asisten khusus. Selain itu, Velix Wanggai ditunjuk sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua bersama sejumlah anggota lainnya.

Pojok Teras
Chat with us on WhatsApp