Rekrutmen Besar-Besaran Kopdes Merah Putih Dimulai, Peserta Diimbau Waspadai Penipuan
JAKARTA - Pemerintah melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) memastikan proses rekrutmen sumber daya manusia untuk Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih berjalan secara ketat dan transparan. Dari total 639.732 pelamar yang mendaftar hingga penutupan pada 25 April 2026, sebanyak 483.648 peserta dinyatakan lolos administrasi dan berhak mengikuti tahap seleksi kompetensi.
Dalam program yang disebut sebagai salah satu rekrutmen SDM terbesar untuk desa di Indonesia tersebut, pemerintah membuka 35.476 formasi. Rinciannya, 30 ribu posisi untuk manajer koperasi desa dan kelurahan, serta 5.476 formasi pegawai koperasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Seleksi kompetensi dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) pada 3–12 Mei 2026 di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia. Peserta diberi keleluasaan memilih lokasi ujian sesuai domisili masing-masing.
Tahapan berikutnya berupa tes mental ideologi dan pemeriksaan kesehatan dijadwalkan berlangsung pada 20–31 Mei 2026. Adapun pengumuman hasil akhir seleksi direncanakan pada 7 Juni 2026.
Panitia juga menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya apa pun. Masyarakat diminta waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Kopdes Merah Putih, termasuk penyebaran tautan palsu hingga permintaan sejumlah uang dengan iming-iming kelulusan.
“Tidak ada jalur titipan, tidak ada orang dalam, termasuk dari kalangan pejabat maupun menteri. Kalau ada yang meminta uang, itu penipuan,” tegas pihak Panselnas dalam pengarahan resminya.
Pemerintah menekankan bahwa informasi resmi dan pendaftaran hanya dapat diakses melalui situs resmi phc.panselnas.go.id. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan praktik percaloan atau pungutan liar dalam proses seleksi.
Program Kopdes Merah Putih sendiri dibentuk sebagai strategi memperkuat ekonomi desa dan memangkas dominasi tengkulak terhadap hasil produksi petani dan nelayan. Selain menjadi pusat distribusi bantuan pemerintah seperti pupuk subsidi, gas, dan bantuan sosial, koperasi ini juga diproyeksikan menjadi penyangga pangan nasional di tingkat desa.
Peserta yang nantinya dinyatakan lolos akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran sebagai komponen cadangan, dilanjutkan dengan pelatihan manajerial dan kompetensi teknis sesuai bidang masing-masing.
Untuk status kepegawaian, pemerintah menjelaskan bahwa peserta terpilih akan menjalani kontrak awal selama dua tahun sebelum berpeluang diangkat menjadi petugas koperasi tetap. Sementara terkait besaran gaji dan skema pembiayaan masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Panselnas menegaskan komitmennya menjaga seluruh tahapan seleksi agar tetap objektif, akuntabel, transparan, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.