WARTALINTASBATAS.MY.ID, MEDAN – Dalam semangat mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan 1447 H, Keluarga Besar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumatera Utara menggelar kegiatan buka puasa bersama anak yatim. Kegiatan berlangsung khidmat di Rumah Dinas Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan Listrik, Medan, Senin (23/2/2026).
Acara mengusung tema “Meningkatkan Ketakwaan di Era Teknologi”, sebagai refleksi pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual di tengah perkembangan digital yang semakin pesat. Momentum ini menjadi wadah memperkuat keimanan sekaligus meneguhkan komitmen sosial di lingkungan Adhyaksa.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara positif dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
“Teknologi harus berjalan beriringan dengan keagamaan. Kita harus mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang membawa kebaikan dan kemajuan,” ujarnya.
Ceramah agama yang disampaikan Al-Ustadz Dr. H. Fuji Rahmadi P., S.Hi., M.A. turut menguatkan makna Ramadan sebagai bulan berbagi dan momentum memperbanyak amal kebajikan. Ia mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana memperluas manfaat bagi sesama.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan diakhiri dengan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim yang hadir. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kajati Sumut bersama Ketua IAD Wilayah Sumatera Utara, Ny. Tiurmaida Harli Siregar, didampingi jajaran pejabat struktural dan pengurus IAD.
Kegiatan ini turut dihadiri para Kepala Kejaksaan Negeri di wilayah Sumatera Utara, serta jajaran internal Kejati Sumut. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai acara, mencerminkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial yang terus dijaga di lingkungan Adhyaksa.
Momentum Ramadan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat semangat berbagi dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan(WLB/ REL)












LEAVE A REPLY