PT PRIMA ACEH PRESS
Story Detail · May 19, 2026
All News Daerah 2 min read
51 Views
Home / Daerah / Rehabilitasi Sawah Rusak Sedang di Bireuen Sudah 8...
Daerah
May 19, 2026

Rehabilitasi Sawah Rusak Sedang di Bireuen Sudah 85 Persen, Target Selesai Juni 2026

Pasca Bencana Hidrometeorologi
Rehabilitasi Sawah Rusak Sedang di Bireuen Sudah 85 Persen, Target Selesai Juni 2026

Pemerintah Kabupaten Bireuen menargetkan rehabilitasi sawah terdampak bencana kategori rusak sedang rampung pada awal Juni 2026. Hingga saat ini progres rehabilitasi telah mencapai 85 persen atau sekitar 677 hektare dari total lahan yang dikerjakan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, kepada media ini menyebutkan rehabilitasi tersebut menyasar lahan pertanian milik 1.470 kepala keluarga terdampak banjir.

"Total anggaran rehabilitasi sawah rusak sedang mencapai Rp13 juta per hektare. Adapun pencairan anggaran yang telah dilakukan sejauh ini mencapai Rp6,3 miliar," sebutnya di Bireuen, Selasa (19/5/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen sebelumnya mengusulkan rehabilitasi lahan persawahan terdampak bencana sejak Februari 2026. Total luas sawah yang diusulkan mencapai 4.764,94 hektare, terdiri atas 2.756,60 hektare rusak ringan, 685,27 hektare rusak sedang, dan 1.323,07 hektare rusak berat.

Untuk sawah kategori rusak ringan, proses Survey, Investigasi, dan Desain (SID) serta penyusunan Detail Rancangan Teknis (DRT) yang dikerjakan Universitas Malikussaleh telah selesai dilakukan.

Sementara itu, rehabilitasi sawah kategori rusak berat hingga kini belum dimulai. Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen masih berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mempercepat penanganan.

Mulyadi mengatakan pemerintah daerah juga mengusulkan agar sebagian sawah yang sebelumnya masuk kategori rusak berat dialihkan menjadi rusak sedang. Menurut dia, kondisi lahan kini telah berubah dibandingkan saat survei pascabencana dilakukan pada November 2025.

Ia menjelaskan, salah satu indikator sawah dikategorikan rusak berat karena pematang sawah tidak terlihat akibat tertutup banjir. Namun setelah genangan surut, pematang kembali tampak sehingga kondisi lahan dinilai membaik.

Meski demikian, hingga kini Pemerintah Kabupaten Bireuen belum menerima jawaban dari pemerintah pusat terkait usulan pengalihan kategori kerusakan tersebut.

Selain rehabilitasi lahan, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya perbaikan jaringan irigasi agar sawah yang telah dipulihkan dapat kembali produktif. Sebagai langkah sementara, pemerintah menyiapkan padi gogo bagi petani terdampak.

Chat with us on WhatsApp