Home Nanggroe Ratusan Warga Terima Uang Meugang, Setelah Tiga Hari Kerumuni Pendopo Gubernur Sejumlah warga yang m

Ratusan Warga Terima Uang Meugang, Setelah Tiga Hari Kerumuni Pendopo Gubernur Sejumlah warga yang m

30
0
SHARE
Ratusan Warga Terima Uang Meugang, Setelah Tiga Hari Kerumuni Pendopo Gubernur Sejumlah warga yang m

BANDA ACEH - Suasana di Pendopo Gubernur Aceh kembali kondusif setelah sempat memanas akibat dikerumuni ratusan warga yang meminta uang meugang jelang bulan Ramadhan, Rabu (18/2/2026).

Ratusan warga itu sudah tiga hari berturut-turut menduduki halaman Pendopo Gubernur Aceh. Mengingat kondisi yang sudah tidak kondusif, sejumlah pihak yang mewakili Pemerintah Aceh akhirnya membagikan sejumlah uang kepada warga tersebut. Pembagian uang dilakukan dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP-WH.

Amatan Serambi di lokasi, setiap warga menerima uang yang jumlahnya bervariasi. Untuk orang dewasa hingga orang tua menerima Rp100 ribu per jiwa. Sementara anak-anak Rp 20 ribu per orang.

Sejumlah warga yang menerima uang itu mengaku lega karena bantuan tersebut dapat digunakan untuk membeli daging meugang menjelang bulan Ramadhan. “Alhamdulillah, beumudah raseki Pemerintah Aceh. Nyoe kajeut tajak bloe sie. (Mudah rezeki Pemerintah Acah. Sekarang sudah bisa kita beli daging),” ujar seorang warga penerima bantuan.

Tidak diketahui berapa total anggaran yang digelontorkan untuk bantuan tersebut. Sejumlah pihak yang langsung membagikan uang kepada warga juga enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sebelumnya, ratusan warga dari berbagai wilayah di Kota Banda Aceh dan sekitarnya mengerumuni Pendopo Gubernur Aceh. Mereka datang untuk menagih bantuan uang meugang yang biasanya dibagikan setiap tahun menjelang hari meugang.

Sejumlah warga mengaku sudah berada di sekitar pendopo selama tiga hari, namun hingga kini belum mendapatkan kepastian terkait bantuan tersebut.

Nuraini, warga Gampong Ulee Lheue mengaku, pembagian uang meugang sudah menjadi kebiasaan dari tahun ke tahun. Namun, kali ini bantuan tersebut belum juga direalisasikan. “Dari zaman ke zaman memang dibagi uang meugang untuk beli daging, kali ini saja tidak ada. Sudah tiga hari kami di sini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, setiap momentum meugang, warga biasanya datang ke pendopo untuk menerima bantuan. Namun, tahun ini mereka hanya menerima janji. “Tiap meugang kami selalu ke sini. Tapi kali ini tidak ada kejelasan sama sekali. Janganlah disakiti hati masyarakat. Kami memang inisiatif sendiri ke sini. Mereka cuma janji-janji saja,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Julia, warga Alue Naga. Ia mengaku kecewa karena hingga kini belum ada kepastian terkait bantuan tersebut, padahal menurutnya pembagian uang meugang rutin dilakukan setiap tahun.

“Anak saya korban konflik, tapi sampai saat ini kami seperti selalu dibohongi. Ini saja sudah tiga hari kami di sini. Biasanya memang setiap tahun ada uang meugang, tapi kali ini enggak ada kejelasan sama sekali. Hujan-hujanan kami di sini,” ujarnya.