Home FILM Perampok Budiman Pembela Rakyat Kecil

Perampok Budiman Pembela Rakyat Kecil

Film Ned Kelly [2003]

5
0
SHARE
Perampok Budiman Pembela Rakyat Kecil

Kisah menarik bisa didapat dari mana saja. Bisa dari buku, komik, atau novel. Tapi kisah menarik saja tak cukup. Ibarat resep, jika tak digarap koki yang cakap, maka niscaya rasa yang diinginkan tak akan tercapai. Dan kenikmatan pun tak sempat tercicipi. Demikian pula dengan film. Terlebih medium ini mengaitkan berbagai sektor yang mestinya saling mendukung.

Contoh kasusnya adalah Legends of The Fall  (1994). Ini kisah yang sungguh menarik, tapi ketika dilayar-lebarkan oleh Edward Zwick, banyak yang kecewa dengan hasilnya. Ibarat koki, Zwick tak mencampur semua adonan dengan baik agar menghasilkan masakan yang enak. Yang terjadi adalah Legends of The Fall dianggap berhasil di beberapa titik, namun amat lemah di poin lainnya. Ned Kelly kasus lain yang nyaris serupa. Besutan sutradara Gerard Jordan ini, setidaknya punya materi menarik yang diangkat dari novel berjudul Our Sunshine karya Robert Drewe. Premis kisahnya pun sesungguhnya menarik. Tentang seorang anak muda pemberani bernama Ned Kelly (Heath Ledger) yang sering mendapati ketidakadilan pada lingkungan dan kehidupan pribadinya. Karena fitnah yang dilakukan polisi bernama Fitzpatrick, ibunya harus mengalami nasib dihukum di penjara. Karenanya, Ned ditemani adiknya, Dan dan Kelly (Laurence Kinlan) dan 2 sahabatnya yang setia, Joe Byrne (Orlando Bloom) dan Steve Hart (Philip Barantini) sepakat melawan ketidakdilan itu. Mereka mulai merampok bank–bank milik pemerintah dan membagi hasilnya pada rakyat kecil. Yah, mirip Robin Hood-lah. Dalam perjalanannya, mereka menemui berbagai rintangan yang mengharuskan mereka ‘menghabisi’ 3 polisi. Akibatnya, mereka dijadikan buronan berhadiah yang menggiurkan bagi siapa saja yang bisa menyerahkan mereka. Hidup atau mati. Tapi bukan itu yang menjadi tema utama film ini. Ned Kelly lebih fokus pada ‘perjuangan’ keempat ‘pahlawan rakyat’ tersebut. Dan rakyat pun sepertinya memihak mereka, bahkan menjadikan mereka semacam selebriti (lihat adegan ketika seorang gadis minta dicium Dan). Namun perlakuan rakyat seperti itu membuat mereka meneruskan ‘perjuangan’ sampai titik darah penghabisan.

Film ini semestinya bisa tampil lebih menarik, sayang karena sutradara kurang terampil mengolah, hasilnya Ned Kelly pun terkesan biasa–biasa saja. Gerard Jordan yang dipercaya duduk di kursi sutradara ternyata tak bisa menunjukkan kepiawaiannya, ini bermuara pada datarnya jalan cerita yang dituturkan. Riak–riak cerita sesungguhnya banyak tapi tak dieksplorasi. Misalnya, mengapa Jordan tak memilih sedikit mengupas kesengsaraan yang dialami ibu Ned setelah dipenjara. Sehingga penonton lebih akan merasakan pahit getirnya kehidupan Ned Kelly. Jordan seperti ingin mengedepankan keseluruhan materi cerita, tapi tak punya cukup energi untuk menampilkannya dengan baik. Hasilnya, Ned Kelly  tampil sebagai karya ‘setengah matang’. Kita hampir dibuat terenyuh dengan kesengsaraan Ned Kelly, hampir dibuai romantisme yang tercipta antara Ned dan Julia Cook (Naomi Watts), dan hampir dibuat iba oleh penderitaan ibu dan saudara–saudara Ned. Tapi semua hanya hampir!

Kelemahan Ned Kelly lainnya terletak pada Heath Ledger. Ia terasa miss-casting sebagai Ned Kelly. Oke, Ledger mampu beraksen Irlandia dengan sempurna, mampu menampilkan gesture dan bahasa tubuh yang mendukung, tapi ia kurang charming. Padahal mestinya sosok Ned Kelly adalah seorang yang berwibawa dan dipandang sebagai pahlawan oleh komunitasnya. Terlebih, penonton disadari atau tidak, kentara betul kalau Ledger menggunakan wig hampir sepanjang film (kecuali di awal, ketika ia ditampilkan botak). Ini cukup mengganggu.

Tapi Ned Kelly masih punya sinematografi memukau yang memperlihatkan keasrian Australia tahun 1800-an. Masih punya music scoring yang mengaduk–aduk emosi, walaupun sesaat. Dan dari Ned Kelly, kita masih bisa memetik nilai–nilai persahabatan, perjuangan tak kenal lelah, dan keharmonisan keluarga.

 

Video Terkait: