JAKARTA--Dukungan kepada mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) terus datang. Kali ini dari pengurus Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor se-Indonesia.
Mereka menyatakan dukungan atas langkah Gus Yaqut melawan status tersangka KPK terkait kasus kuota haji tambahan 2024. Bahkan puluhan pengurus datang langsung ke Jakarta untuk mengawal sidang yang akan dimulai Selasa (24/2/2026).
*Kader Ansor Datang dari Berbagai Daerah*
Kader muda Nahdlatul Ulama (NU) ini berasal dari banyak daerah. Antara lain Bangka Belitung, Riau, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, Banten, Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Minggu (22/2/2026) sore, mereka berkumpul di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Mereka lakukan acara doa dan buka bersama.
*Dukungan Berdasarkan Keprihatinan Mendalam*
Salah satu Ketua PP GP Ansor Purwaji mengatakan, dukungan diberikan karena keprihatinan. Keprihatinan atas penanganan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024. Purwaji menilai, kasus ini lebih banyak unsur politik ketimbang hukum.
“Gus Yaqut adalah anak bangsa. Kader terbaik NU. Dia berhasil memberangkatkan jamaah haji terbanyak, yakni 241.000 orang. Angka kematian jamaahnya sedikit,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi ini harusnya diapresiasi negara. Bukan malah dikriminalisasi.
*Diduga Ada Skenario untuk Merusak NU*
Purwaji adalah mantan Ketua Umum GP Ansor Provinsi Riau. Ia meyakini, kasus Gus Yaqut adalah skenario besar. Dilakukan kelompok tertentu untuk merusak jam’iyyah NU. Sinyalemen ini diperkuat dengan konflik di tubuh NU akhir 2025 lalu. Konflik itu mencoba menjatuhkan Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
“Kasus Gus Yahya dan Gus Yaqut beririsan. Tak bisa dipisahkan. Targetnya jelas, mendeskreditkan NU. Kader Ansor harus bangkit. Siapkah sahabat-sahabat membela Gus Yaqut?” pekiknya.
Para kader menjawab keras, ‘Siap!!’. Purwaji mengulang tiga kali. Setiap kali dijawab ‘Siap!!’.
*Sebelumnya Mantan Pimpinan KPK Nilai Kebijakan Sah*
Sebelumnya, mantan pimpinan KPK Nurul Ghufron telah memberikan penilaian. Ia menyatakan kebijakan kuota haji tambahan Gus Yaqut sah.
Pernyataan ini semakin memperkuat suara yang mendukung mantan menteri agama.
Keprihatinan yang muncul bukan hanya tentang satu orang. Tetapi juga tentang bagaimana sistem bekerja. Bagaimana prestasi yang bermanfaat bagi masyarakat dinilai. Apakah berdasarkan fakta dan hukum yang adil.
*Inovasi dalam Perhajian yang Perlu Dipertahankan*
Gus Yaqut membawa banyak inovasi dalam perhajian. Salah satunya adalah peningkatan jumlah jamaah tanpa mengorbankan kualitas.
Juga upaya untuk mengurangi risiko bagi jamaah. Inovasi seperti ini perlu dilanjutkan dan diperbaiki. Bukan dihentikan dengan proses hukum yang dinilai tidak adil.
Kita berharap, proses hukum berjalan dengan transparan. Semua pihak mendapatkan hak yang sama. Sistem hukum bisa menjadi alat untuk memperbaiki, bukan untuk menghancurkan.
Semoga dukungan yang tulus dari kader Ansor menjadi energi positif. Bisa mendorong proses hukum berjalan dengan benar. Semoga juga, prestasi dan inovasi dalam perhajian terus berkembang. Bermanfaat bagi jutaan umat yang ingin menunaikan ibadah haji.
Mari kita berdoa, agar keadilan selalu menang. Sistem negara bisa melindungi setiap anak bangsa yang bekerja dengan baik.*Imam Kusnin Ahmad*





LEAVE A REPLY