Probolinggo-Insiden pencurian tujuh koper wisatawan asal Thailand berdampak pada order jasa wisatawan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
Pascakejadian tersebut, jumlah pesanan atau order jasa wisata di kawasan Gunung Bromo mengalami penurunan drastis.
Wisatawan asing yang menjadi korban umumnya menceritakan pengalaman mereka kepada agen-agen perjalanan di negara asalnya.
“Orderan kita semakin berkurang karena kejadian seperti ini. Wisatawan yang sampai di negaranya pasti bercerita kepada sesama agen di sana,” kata Sanemo (50), warga Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Selasa (24/2/2026).
Sanemo mengakui kasus pencurian yang melibatkan sesama agen dan sopir wisata tersebut memberikan dampak besar terhadap citra pariwisata daerah.
Menurutnya, efek yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga hingga ke tingkat internasional. “Dampaknya sangat luar biasa besar. Citra Kabupaten Probolinggo jadi kurang baik di mata internasional,” katanya.
Menurutnya, kasus kehilangan barang wisatawan sebelumnya pernah terjadi, namun tidak sebesar kasus yang baru-baru ini terungkap.
“Yang besar baru kali ini. Kalau sebelumnya ada, tapi tidak seberapa,” tambahnya.
Karena itu, kata Sanemo, sejumlah pelaku jasa wisata di kawasan Gunung Bromo menyampaikan apresiasi atas langkah polisi dalam mengungkap kasus pencurian yang sempat menghebohkan dunia pariwisata di Kabupaten Probolinggo.
Sanemo menilai pengungkapan kasus tersebut menjadi momentum penting untuk memulihkan kepercayaan wisatawan.
“Saya selaku pelaku wisata Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo sangat mengapresiasi sekali kepada Bapak Kapolres yang mana dengan sigap dan cepat menangkap pelaku pencurian koper turis Thailand. Semoga dengan rilis hari ini bisa mengembalikan marwah Kabupaten Probolinggo utamanya tempat wisata,” kata Sanemo.
Senada dengan itu, pelaku wisata lainnya, Choirul Umam Masduqi, mengingatkan agar peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama bagi seluruh pelaku usaha wisata di kawasan Bromo.
“Karena pelakunya juga sesama pelaku travel Bromo-an, tolong teman-teman hal-hal seperti ini jangan ditiru. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena oknum satu, imbasnya ke semua,” tegasnya.
Umam menilai tindakan tersebut sangat merugikan reputasi bersama yang selama ini dibangun dengan susah payah. Menurutnya, membangun citra baik pariwisata membutuhkan waktu lama, namun bisa runtuh dalam sekejap akibat satu kasus kriminal.
“Membangun reputasi baik itu sangat berat. Tapi kalau sudah seperti ini langsung turun. Termasuk tamu-tamu dari luar pasti akan berkurang,” katanya.
Umam juga mengajak seluruh pelaku wisata untuk tetap menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dalam melayani tamu, termasuk memastikan keamanan barang bawaan wisatawan sebelum dan sesudah perjalanan.
“Bromo ini ladangnya kita mencari rezeki. Jadi tolong sama-sama jaga keamanan dan hal-hal yang tidak baik. Ketika tamu mau pulang, barang-barangnya dicek. SOP menerima tamu yang baik tetap harus dijalankan,” ujarnya.
Para pelaku wisata berharap, dengan telah diungkapnya kasus tersebut dan ditangkapnya para pelaku, kepercayaan wisatawan terhadap destinasi wisata Bromo di Kabupaten Probolinggo dapat segera pulih dan kembali normal seperti sediakala. (kompas)
#gresiksumpek #probolinggo #news #bromo #wisata





LEAVE A REPLY