Diar Mandala mengatakan, dalam Islam, membicarakan kesesatan orang lain seringkali disalahartikan sebagai ghibah. Namun, ada perbedaan jelas antara ghibah dan mengabarkan kesesatan untuk kepentingan publik.
Rasulullah SAW bersabda, "Sampai kapan kalian segan membicarakan kesesatan orang yang sesat? Bicarakanlah apa yang ada padanya kesesatannya sampai dia dikenali masyarakat dan diwaspadai bahayanya." (HR Al-Baihaqi, Kitab Syu'abul Iman no. 9337)
Hadis ini menunjukkan bahwa membicarakan kesesatan orang lain bukanlah ghibah jika bertujuan untuk memberikan peringatan dan melindungi masyarakat dari bahaya. Sebaliknya, ini adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk menjaga umat dari kesesatan.
Pastikan kita membicarakan kesesatan dengan cara yang objektif dan tidak menyinggung perasaan orang lain, pungkas Diar.





LEAVE A REPLY