Indramayu, 23 /2/ 2026 — Komitmen SMPN 3 Sindang Indramayu dalam membangun budaya literasi yang kuat terus diwujudkan melalui langkah nyata dan inovatif. Melalui pengembangan Pojok-Pojok Literasi serta pembangunan Green House Literasi, sekolah ini memperkuat Gerakan Literasi Sekolah (GLS) melalui program PELIMEN (Penguatan Literasi Membaca dan Numerasi).
Pojok-pojok literasi dibangun di berbagai sudut strategis sekolah dengan konsep nyaman, aman, dan ramah siswa. Ruang-ruang ini menjadi tempat alternatif bagi peserta didik untuk membaca, berdiskusi, menulis, serta mengembangkan kemampuan numerasi secara lebih santai namun bermakna.
Salah satu ikon utama program ini adalah Green House Literasi yang dibangun di bagian depan halaman sekolah, tepat di bawah rindangnya pepohonan mangga. Bangunan berukuran 10 x 10 meter ini beratapkan baja ringan dengan lantai berwarna biru yang memberikan kesan sejuk dan bersih.
Di dalam green house, siswa dapat berinteraksi dengan berbagai tanaman hias dan tanaman produktif seperti cabai, sayuran, serta tanaman obat keluarga (TOGA). Setiap tanaman dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai untuk mengakses informasi literasi sains dan kesehatan secara digital.
Fasilitas ini juga dilengkapi meja, kursi, serta koleksi buku bacaan dari koleksi perpustakaan untuk menunjang kegiatan dan minat membaca siswa di ruang terbuka.
Kepala SMPN 3 Sindang Indramayu, Hj. Ani Hanifah, M.Pd., menyampaikan bahwa pembangunan pojok literasi dan green house merupakan wujud keseriusan sekolah dalam menghadirkan ekosistem belajar yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
“Literasi tidak hanya tentang membaca teks, tetapi juga memahami lingkungan sekitar. Kami ingin siswa belajar dengan cara yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan bermakna, sehingga literasi benar-benar menjadi budaya di sekolah,” tutur Hj. Ani Hanifah.
Dari sudut pandang siswa, kehadiran green house dan pojok literasi mendapat sambutan positif.
Ketua OSIS SMPN 3 Sindang yang baru terpilih, Ramah Wati mengungkapkan rasa bangga dan antusiasme para siswa terhadap fasilitas baru tersebut.
“Kami sebagai siswa merasa sangat senang dan nyaman. Green house dan pojok literasi ini membuat kami lebih semangat membaca dan belajar. Belajarnya tidak membosankan karena bisa sambil menikmati suasana hijau dan segar. Ini benar-benar membuat sekolah terasa lebih hidup,” ujar Ramah Wati.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan ruang literasi terbuka tersebut mendorong siswa untuk lebih aktif berdiskusi, berkolaborasi, serta peduli terhadap lingkungan sekolah.
Melalui inovasi ini, SMPN 3 Sindang Indramayu tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga menumbuhkan budaya literasi, kepedulian lingkungan, dan karakter mandiri pada peserta didik. Program PELIMEN menjadi bukti bahwa literasi dapat dikemas secara kreatif dan inspiratif, selaras dengan visi sekolah “PRIMA” (Prestasi, Religius, Inovatif, Mandiri, dan Asri).
Langkah ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masa depan generasi muda.
Indramayu. 23/2/2026





LEAVE A REPLY