Kasum TNI Tinjau Barang Tangkapan KRI Kujang di Makodaeral IV Batam

HANKAMRATA 27 May 2026 21:34 3 min read 57 views By Iwan Makbul

Share berita ini

Kasum TNI Tinjau Barang Tangkapan KRI Kujang di Makodaeral IV Batam
Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon dan Panglima Koarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata memeriksa tumpukan kotak perak diduga berisi Logam Tanah Jarang (LTJ) di dalam kontainer yang disita dari kapal tunda TB Capricorn 206 di Batam.

Koran Bintan.com | BATAM —  Satu unit Tongkang Capricorn 92.210 yang sedang dibawa kapal tunda (tugboat) Capricorn 206 mengangkut 25 kontainer bahan mineral tambang ekspor ditangkap oleh Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Kujang 642 di perairan Nongsa, Batam.

 

Kapal tersebut dalam perjalanan dari Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung menuju Singapura. Saat dicegat di perairan Batam, armada ini kedapatan mengangkut Logam Tanah Jarang (LTJ) atau rare earth.

 

Keberhasilan operasi senyap ini langsung memicu perhatian serius dari pusat. Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon bahkan memimpin langsung peninjauan terpadu ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam, Selasa (26/5/2026).

 

Baca Juga: Pengacara PMM Protes Keras Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Milik Mereka

 

Inspeksi mendadak tersebut turut dihadiri oleh Jampidsus Kejaksaan Agung RI, pejabat Kemenko Polkam RI, serta Panglima Koarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata. Petugas mengendus adanya dugaan pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor mineral nonprosedural yang berpotensi merugikan negara.

 

Kepada wartawan, Panglima Koarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata menjelaskan kepastian mengenai volume kargo kapal saat ini masih didalami. “Jenis dan jumlah dalam penyelidikan,” kata mantan Komandan KRI Pati Unus-384 ini.

 

Lebih lanjut, mantan Komandan Lanal Batam ini menegaskan, operasi penindakan yang dilakukan merupakan bukti nyata dari kesiapsiagaan seluruh prajurit di lapangan. TNI AL berkomitmen penuh untuk selalu berada di garis terdepan dalam mengamankan seluruh aset strategis milik tanah air.

 

“Keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL dan jajarannya, untuk terus hadir di garda terdepan, demi menjaga kedaulatan, menegakkan hukum, serta mengamankan kekayaan alam Indonesia, demi kepentingan bangsa dan negara,” tegas mantan Danlantamal III/Jakarta ini.

 

Saat ini, kapal TB Capricorn 206 beserta seluruh kru masih ditahan di Kodaeral IV Batam untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

 

Apa itu LTJ

 

LTJ atau unsur logam langka adalah kumpulan 17 unsur kimia pada tabel periodik, terutama 15 lantanida ditambah skandium dan itrium. LTJ telah banyak digunakan pada berbagai macam produk. LTJ mampu menghasilkan neomagnet, yaitu magnet yang memiliki medan magnet yang lebih baik daripada magnet biasa.

 

Dalam aplikasi metalurgi, penambahan logam tanah jarang digunakan dalam pembuatan Baja High Strength, low alloy (HSLA), baja karbon tinggi, superalloy, stainless steel. Karena logam tanah jarang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kemampuan material berupa kekuatan, kekerasan dan peningkatan ketahanan terhadap panas. Contohnya pada penambahan logam tanah jarang dalam bentuk additif atau alloy pada paduan magnesiaum dan alumunium, maka kekuatan dan kekerasan paduan tersebut akan meningkat dengan signifikan.

 

Pemanfaatan logam tanah jarang yang lain berupa pelat armor, korek gas otomatis, lampu keamanan di pertambangan, perhiasan, cat, lem. Untuk instalasi nuklir, logam tanah jarang digunakan dalam detektor nuklir dan pengkounter, rod kontrol nuklir.

 

Komponen ini sangat krusial karena menguasai rantai pasokan teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, semikonduktor, hingga jet tempur.

 

Presiden AS Donald Trump menargetkan pasokan LTJ (Rare Earth Elements/REE) untuk mengurangi ketergantungan Amerika Serikat dan melawan monopoli rantai pasok China. Demi menguasai mineral vital bagi teknologi dan pertahanan ini, Trump melancarkan serangkaian manuver global dan strategis.

 

Trump menaruh minat besar untuk menguasai Greenland, yang memiliki cadangan logam tanah jarang melimpah dengan perkiraan lebih dari 36 juta ton.  Trump juga mengincar sumber daya mineral Ukraina, termasuk LTJ senilai 500 miliar dolar AS, sebagai pertimbangan dukungan dari AS melawan Rusia.(wan)

>>