Bagaimana kondisi perfilman Italia di tahun 1960-an? Jika ingin tahu, coba lihat interpretasi Rob Marshall dalam Nine. Sebuah industri yang hiruk pikuk, glamour, namun seakan kehilangan moral. Industri kehilangan tempat berpegang, moral, dan nilai-nilai humanis lainnya. Bagian ini memang sedikit disentil Marshall, namun problem utama film Nine adalah ketika seorang sutradara yang merangkap penulis bernama Guido Contini (dimainkan Daniel Day Lewis) mengalami writer's block. Padahal ia harus menjalankan syuting film terbarunya dalam waktu 10 hari!
Maka Nine coba bermain-main dengan premis itu dengan banyak hal, salah satunya memainkan begitu banyak pemain berkelas dan masing-masing diberi porsi seimbang untuk bersinar. Lihat saja, di film ini ada Daniel Day Lewis, Marion Cotillard, Penelope Cruz, Nicole Kidman, Kate Hudson, Fergie, Judi Dench, dan Sophia Loren. Hasilnya, banyak peran yang terasa numpang lewat. Misalnya saja, peran Stephanie yang dimainkan Hudson. Coba bayangkan film ini tanpa karakternya, rasanya film ini juga tak akan berubah jadi lebih jelek dari yang terhidang sekarang.
Nine memang berbeda jauh dari Chicago yang dibesut Marshall dan meraih Oscar. Chicago tak hanya bisa merebut hati kritikus, namun juga penonton kebanyakan. Hal berbeda dialami Nine dan seperti dibuat tak hirau pada penonton. Film musikal seyogyanya memasukkan lagu yang kontekstual dengan cerita, nah di Nine cukup banyak lagu yang terkesan 'tempelan'. Lihat saja lagu 'Cinema Italiano' yang dilantunkan Hudson. Oke lah, nuansa grand dan glamour tetap terasa, tapi apa gunanya jika lagu tak memberi penekanan pada cerita, laiknya sebuah film musikal yang berhasil?
Karakter cerita seperti Nine memang lebih berhasil jika dibawakan di panggung, karena lebih terasa aspek extravagant yang bisa mengesankan mata dan telinga dalam sekejap. Namun menghidangkannya ke dalam sebuah film memerlukan aspek lain, yaitu juga harus membuat hati nyaman. Nine membuat penonton tak peduli pada ceritanya dan karakter-karakternya. Jadi bukan hal mengejutkan jika penonton pun juga tak peduli apakah di akhir cerita Contini bisa membuat film terbarunya itu atau tidak.
Untunglah ada Daniel Day Lewis yang ternyata punya karakter vokal memikat dan tetap berakting enerjik, Marion Cotillard yang tampil anggun sebagai seorang istri 'teraniaya' dan Penelope Cruz yang sungguh menggoda sebagai seorang wanita simpanan. Tiga bintang inilah yang bisa mempertahankan penonton di tempat duduknya hingga lampu di dalam bioskop menyala.


![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://stoedioportal.com/resensi.my.id//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)



LEAVE A REPLY