Home Politik Rocky Gerung: Kabinet Merah Putih Kalang Kabut Jelaskan Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Dinilai Merugikan Negara

Rocky Gerung: Kabinet Merah Putih Kalang Kabut Jelaskan Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Dinilai Merugikan Negara

47
0
SHARE
Rocky Gerung: Kabinet Merah Putih Kalang Kabut Jelaskan Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Dinilai Merugikan Negara

TARGET PERISTIWA – Pengamat politik Rocky Gerung kembali mengangkat isu perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), menyatakan bahwa Kabinet Merah Putih tampak kalang kabut dan gelisah dalam menjelaskan konten perjanjian yang telah disepakati oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Rocky melalui video yang diunggah di kanal YouTube-nya pada hari Selasa. Menurutnya, perjanjian yang telah dicapai antara kedua kepala negara tersebut berpotensi merugikan kepentingan Indonesia.

"Saya menilai bahwa Amerika Serikat telah menekan Indonesia tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga menyentuh hak-hak warga negara kita," ujar Rocky. Selain itu, ia juga menyoroti poin terkait pemeriksaan data negara yang menjadi bagian dari kesepakatan dengan pemerintah AS yang dipimpin Trump.

Pengamat politik tersebut juga mengkritik sistem komunikasi publik yang diterapkan oleh pemerintah terkait perjanjian ini. Menurutnya, penanganan informasi terkait perjanjian dagang tersebut sangat tidak terkoordinasi.

"Public relation pemerintah hari ini berantakan. Tidak ada orkestrasi untuk menghadapi kritik publik. Itu berakibat rumitnya situasi kita, bahkan bisa kita bayangkan bagaimana psikologi Presiden saat ini," ujar Rocky.

Ia menegaskan bahwa tampak jelas kegelisahan dan kekacauan dalam langkah-langkah kabinet untuk menerangkan substansi perjanjian Prabowo-Trump kepada masyarakat. Namun demikian, Rocky meminta agar pemerintah tetap bersedia memberikan penjelasan dan membuka suara secara transparan kepada publik.

Pasalnya, lanjut dia, kondisi yang tidak jelas ini berpotensi dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk kepentingan politik tertentu, terutama dalam rangka pemilihan presiden tahun 2029 mendatang.

"Yang terlihat adalah kegelisahan kabinet, kalang kabutnya kabinet untuk menerangkan perjanjian Prabowo-Trump. Tapi kalau itu tidak dijelaskan dengan baik, ini akan dimanfaatkan fraksi-fraksi politik demi meloloskan calon mereka di Pilpres 2029," tegas Rocky Gerung.(red)