Story Detail · May 22, 2026
39 Views
Home / Banda Aceh dan sekitarnya / Tekan Lonjakan Kasus, Pemerintah Aceh Luncurkan Im...
Banda Aceh dan sekitarnya
May 22, 2026

Tekan Lonjakan Kasus, Pemerintah Aceh Luncurkan Imunisasi Campak Rubella bagi Belasan Ribu Nakes

Imunisasi Campak Rubella
Tekan Lonjakan Kasus, Pemerintah Aceh Luncurkan Imunisasi Campak Rubella bagi Belasan Ribu Nakes

Pemerintah Aceh resmi meluncurkan (launching) program pemberian imunisasi campak rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Provinsi Aceh, Rabu (22/4/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata guna menekan angka lonjakan kasus campak yang tercatat masih sangat tinggi di wilayah tersebut.

Peluncuran program yang dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh ini diresmikan oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur RSUDZA Dr. Muhazar H, SKM, M.Kes, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes.

Program imunisasi ini menyasar sebanyak 15.125 nakes di Aceh, yang terdiri dari 2.916 tenaga medis, 11.943 tenaga kesehatan, 239 dokter umum internsip, serta 30 dokter gigi internsip. Kebijakan ini sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI mengenai kewajiban imunisasi MR bagi nakes di 14 provinsi dengan beban kasus campak tertinggi.

Asisten 1 Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, menegaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini merupakan bentuk komitmen penuh jajaran pemerintah dalam menjaga keselamatan para petugas kesehatan yang berada di garda terdepan.

“Diperlukan sinergi semua pihak, terutama tenaga kesehatan, agar program imunisasi ini berjalan maksimal. Kami juga mendorong seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk segera mengikuti langkah ini, mengingat capaian imunisasi kita yang masih rendah di tengah meningkatnya kasus campak,” ujar Syakir dalam sambutannya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menjelaskan bahwa nakes memiliki risiko tinggi terpapar penyakit karena berhadapan langsung dengan pasien dalam durasi yang panjang. Pemberian imunisasi bertujuan memutus rantai penularan di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi. Kita ingin nakes, khususnya di puskesmas dan bidan desa, menjadi agen edukasi di tengah masyarakat," kata Ferdiyus.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, tren kasus campak di provinsi tersebut memang masih tergolong mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, ditemukan 5.063 kasus campak klinis (1.233 terkonfirmasi positif) dan 6 kasus rubella, dengan lima daerah tertinggi berada di Aceh Besar, Bireuen, Pidie, Aceh Barat Daya, dan Banda Aceh. Sementara hingga Maret 2026, tercatat sudah ada 724 kasus campak klinis baru.

Ferdiyus menambahkan, tingginya angka penularan ini berbanding lurus dengan merosotnya cakupan imunisasi dasar lengkap di Aceh dalam lima tahun terakhir, yang pada tahun 2025 hanya menyentuh angka 34,3 persen. Melalui pencanangan ini, Pemerintah Aceh berharap dapat mengembalikan kepercayaan publik dan mendorong peningkatan cakupan imunisasi secara luas di tengah masyarakat.

Chat with us on WhatsApp