BLITAR--Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Ilmu Eksakta Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Dr. Ir. Riska Faradila, S.Pt., M.Si., IPM, ASEAN Eng., menjalani ujian terbuka disertasi Program Doktor Ilmu Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya pada Jumat (20/2/2026).
Ujian terbuka yang digelar di Auditorium Lantai 5, Gedung 6 Pascasarjana Fakultas Peternakan tersebut menjadi tahapan akhir dalam menempuh studi doktoral. Sidang dihadiri pimpinan, tim promotor, ko-promotor, serta dewan penguji yang memberikan penilaian dan masukan atas hasil penelitian yang dipaparkan.
Sejumlah pimpinan dari UNU Blitar juga turut hadir, di antaranya Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan Fakultas Ilmu Eksakta, Ketua Program Studi Peternakan, serta dosen-dosen di lingkungan prodi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualifikasi akademik dosen.
Dalam sidang tersebut, Riska mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Karakteristik Bakteri Asam Laktat dan Senyawa Bioaktif Hasil Isolat dari Susu Kuda Sumbawa sebagai Biopreservatif Alami Pangan.” Penelitian ini berangkat dari persoalan keamanan pangan, terutama terkait kontaminasi mikroba dan meningkatnya resistensi antibiotik.
Ia meneliti bakteri asam laktat (BAL) yang berasal dari susu kuda Sumbawa. Susu ini dikenal mampu bertahan cukup lama tanpa bahan pengawet, sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut sebagai sumber pengawet alami.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri dominan yang ditemukan adalah Enterococcus hirae dengan tingkat kemiripan mencapai 99,79 persen.
Bakteri ini menghasilkan senyawa antimikroba berupa bakteriosin, yang disebut enterosin, dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Bacillus cereus, dan Salmonella typhi.Enterosin termasuk dalam kelompok bakteriosin kelas II, yaitu senyawa peptida yang relatif stabil. Cara kerjanya dengan merusak membran sel bakteri, sehingga keseimbangan sel terganggu dan akhirnya menyebabkan kematian sel.
Temuan ini menunjukkan bahwa enterosin berpotensi menjadi antimikroba alami yang efektif.Tak hanya diuji di laboratorium, penelitian ini juga mencoba penerapan enterosin pada susu pasteurisasi. Hasilnya, senyawa ini mampu menekan pertumbuhan mikroba tanpa mengubah kualitas susu, baik dari segi pH, viskositas, maupun warna selama penyimpanan.
Hal ini membuka peluang penggunaan enterosin sebagai pengawet alami yang lebih aman.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UNU Blitar, Dr. Mohamad Fatih, M.Pd., mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai, keberhasilan ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga menunjukkan keseriusan dosen dalam mengembangkan keilmuan.
“Ujian disertasi ini bukan sekadar tahap akademik, tapi juga bagian dari upaya memperkuat budaya riset di kampus. Penelitian ini menunjukkan bahwa potensi lokal bisa diolah menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, UNU Blitar terus mendorong dosen untuk melanjutkan studi hingga jenjang doktoral.
“Kami berharap riset-riset seperti ini terus berkembang dan memberi kontribusi nyata, terutama dalam menjawab persoalan di bidang pangan dan kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
Keikutsertaan Riska dalam ujian terbuka disertasi ini menjadi bagian dari upaya UNU Blitar dalam meningkatkan kualitas dosen, sekaligus memperkuat tradisi riset di lingkungan kampus.
Sejalan dengan visi kampus, hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga bisa dimanfaatkan lebih luas, terutama dalam pengembangan pangan yang aman dan berbasis potensi lokal. UNU Blitar juga terus mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.*Imam Kusnin Ahmad*





LEAVE A REPLY