Ketika kepercayaan publik turun, yang muncul bukan cuma keluhan… tapi gerakan.
Ramai-ramai “stop bayar pajak” bukan sekadar soal angka.
Itu sinyal bahwa ada rasa tidak puas, ada pertanyaan yang belum dijawab, ada transparansi yang dituntut.
Tapi di sisi lain, pajak adalah tulang punggung layanan publik.
Jalan, sekolah, rumah sakit — semua berdiri dari kontribusi bersama.
Jadi persoalannya bukan sekadar bayar atau tidak bayar.
Yang lebih penting:
Apakah sistemnya adil?
Apakah pelayanannya bersih?
Apakah penegakannya konsisten?
Kritik itu sah.
Evaluasi itu perlu.
Transparansi itu wajib.
Namun solusi terbaik selalu ada di tengah:
dialog, perbaikan sistem, dan akuntabilitas — bukan sekadar saling menekan.
Karena negara kuat bukan saat rakyat diam,
tapi saat rakyat dan pemerintah sama-sama mau berbenah.





LEAVE A REPLY