Melewati beberapa dekade, Amerika selalu merasa dirinya sebagai polisi dunia. Sebagai negara yang bahkan bisa mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Beberapa melihat sosok negara itu sebagai pembela kebenaran, namun tak sedikit pula yang melihatnya sebagai pahlawan kesiangan. Dalam puluhan judul film Hollywood, Amerika juga diposisikan sebagai protagonis yang mesti membasmi sejumlah musuh. Dari negara lain, Rusia misalnya, hingga makhluk luar angkasa. Amerika digambarkan bermusuhan dengan Rusia (kala itu masih disebut Uni Soviet) dalam film berlatar Perang Dingin.
Dalam Salt, Amerika kembali berhadap-hadapan dengan Rusia. Yang tragis, kali ini lembaga intelijen Amerika dicurigai disusupi oleh double agent (agen ganda). Salah satu yang dicurigai adalah Evelyn Salt (Angelina Jolie). Semuanya berawal di suatu sore yang seharusnya ceria bagi Evelyn karena berbarengan dengan ultah pernikahannya dengan Michael (August Diehl). Saat itu mendadak seorang agen Rusia diinterogasi. Dan Salt diminta untuk mengulik informasi darinya. Perempuan cantik yang tak punya prasangka apapun itu terperanjat ketika pria Rusia itu menyebut bahwa dirinya adalah mata-mata Rusia.
Sekejap posisi Salt berubah. Akhirnya ia merelakan dirinya dikejar-kejar sepanjang film atas tuduhan yang langsung dianggap serius itu. Karena ini adalah thriller action, maka porsi thriller terasa lebih gurih dibanding adegan aksinya yang biasa-biasa saja. Koreografinya masih kalah ciamik dari Knight and Day (2010) (yang dibintangi Tom Cruise), bahkan Wanted (2008) sekalipun yang juga dibintangi Jolie.
Aspek thriller-nya memang dijaga betul Philip Noyce sejak awal. Sutradara kawakan asal Australia ini bolehlah dibilang khatam genre thriller action. Ia berhasil meramu genre ini dengan baik dalam film Patriot Games (1992) dan Clear and Present Danger(1994). Di bawah penulisan Kurt Wimmer, cerita berkelok dengan lincah. Opening nan efektif memperlihatkan betapa Salt sesungguhnya bukan hanya agen tangguh karena tak bergeming ketika disiksa luar biasa oleh pihak militer Korea Utara, namun nasionalismenya juga tak perlu diperdebatkan lagi. Dan cerita langsung menohok tatkala penonton dihadapkan pada sebuah kenyataan: benarkah Salt seorang mata-mata Rusia?
Noyce juga dengan cerdik memilih karakter utamanya yang perempuan. Padahal awalnya kita tahu peran yang kini dimainkan Jolie awalnya diperuntukkan bagi Tom Cruise. Dengan menjadikan perempuan sebagai sentral cerita, tak hanya empati yang diraih, adrenalin baik penonton pria maupun wanita menjadi ikut terpacu sekaligus membuat dinamika cerita lebih menarik. Apalagi disini Salt juga punya kehidupan normal, dimana ia adalah seorang istri yang bahagia dengan suami yang sangat mencintainya.
Yang paling memikat dari Salt adalah twist demi twist yang membuat penonton terperangah. Ditambah keberanian Noyce mengakhiri film dengan open ending. Rasanya cukup banyak penonton yang akan terkesima mendapati film ini berakhir di saat yang sungguh tak terduga.


![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://stoedioportal.com/resensi.my.id//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)



LEAVE A REPLY