Home FILM Gina S Noer dan Keberpihakan Pada Perempuan

Gina S Noer dan Keberpihakan Pada Perempuan

Film Like & Share [2022]

1
0
SHARE
Gina S Noer dan Keberpihakan Pada Perempuan

Tahun 2019. Setelah menyutradarai 2 film pendek dan 1 serial, saya membuat keputusan penting: menyutradarai miniseri yang berkutat pada isu kekerasan seksual.

Miniseri tersebut berjudul “Asya Story”. Diadaptasi dari cerita bersambung di Wattpad dengan pembaca puluhan juta. Isu kekerasan seksual samar di cerita bersambungnya namun kami putuskan menjadi isu utama di miniserinya.

Dan tidak mudah membuat karya dengan fokus soal kekerasan seksual. Terutama bagi saya selaku laki-laki. Perlu waktu untuk mengasah sensitifitas untuk mengolah isu sensitif ini agar berempati pada korban.

Dan setelah “Asya Story”, saya senang sekali karena isu ini semakin tak tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Gina S Noer mendorong isu kekerasan seksual ke level yang lebih kaya dan punya banyak sisi untuk dibicarakan. Dalam karya terbarunya, “Like & Share”, kita diminta untuk melihat, mendengar dan merasakan.

Saya kenal Gina sekitar 15 tahun lalu. Saya selalu menyukai caranya menjalin cerita yang dinamis dan bagaimana karakter-karakternya dibentuk sedemikian rupa agar penonton peduli. Saya sempat bekerjasama dengan Gina untuk 2 film digital, “My Diary” dan “Musik Hati” yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko. Dan 15 tahun lalu, Gina sudah menunjukkan keberpihakannya pada perempuan.

“Dua Garis Biru” menjadi debut penyutradaraan Gina sekaligus menjadi caranya untuk lebih bisa menyuarakan isu-isu penting terkait perempuan. Dan di “Like & Share” yang menjadi film ketiganya, Gina menumpahkan segala kekesalan, kegeraman, kegundahan dan kekhawatirannya. Kacamatanya menarik karena ia bukan cuma perempuan tapi juga seorang ibu dari anak perempuan.

Saya menggunakan kacamata saya sebagai bapak dari 2 anak ketika menyaksikan film ini. Saya melihat bagaimana Lisa tergopoh-gopoh beradaptasi dengan situasi barunya dimana ibunya menikah lagi dan menjadi muslim. Saya mendengar bagaimana Lisa melampiaskan segala isi hatinya pada ibunya yang seperti tak pernah menghargai upaya adaptasinya. Dan saya merasakan bagaimana Lisa berusaha betul hadir sebagai sahabat yang selalu ada saat dibutuhkan oleh Sarah.

Anak pertama saya saat ini sudah berusia 11 tahun, sedikit lagi menginjakkan kakinya di masa remaja. Dan saya, siap tak siap, mesti berhadapan dengan situasi dimana ia akan terpapar banyak hal terutama pornografi. Saya membayangkan bagaimana saya akan bersikap ketika mendapatinya sedang menonton video bokep. Saya tak bisa membayangkan bagaimana saya akan bertindak bila suatu saat anak saya ternyata menjadi kecanduan dengan pornografi.

Tapi yang paling mengerikan sebenarnya adalah bagaimana kita menyiapkan mental kita berhadapan dengan anak-anak perempuan kita yang mulai mengalami fase ketertarikan seksual pada lawan jenisnya. Sementara di sekolah, soal seks masih sangat tabu dibicarakan. Dan di kalangan orangtua tertentu pun masih ada saja yang sulit membicarakannya secara terbuka.

“Like & Share” memperlihatkan hal terburuk yang mungkin terjadi pada anak-anak kita. Apa jadinya ketika suatu saat mereka berkenalan dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tua dan berpengalaman darinya, merasakan cinta pertama [yang ternyata palsu], membiarkan dirinya termakan rayuan dan merelakan hal paling esensial dari dirinya direnggut begitu saja? Bagaimana kita akan bersikap sebagai orangtua ketika berhadapan dengan masalah seburuk ini?

Mimpi buruk itu dihidangkan begitu saja oleh Gina ke hadapan kita. Mungkin kita gemetar menghadapinya. Tapi mimpi buruk ini perlu diperlihatkan kepada kita agar kita bisa mengantisipasinya. Bagaimana kita mempersiapkan anak kita dengan langkah-langkah preventif agar mimpi buruk itu tak perlu menjadi kenyataan.

Ini adalah jenis film yang tak cukup untuk sekedar ditonton. Bahkan tak cukup untuk sekedar membuat kita melihat, mendengar dan merasakan. Tapi kita juga bisa menontonnya bersama anak-anak perempuan kita dan mendiskusikan banyak hal dari isinya. Paling tidak “Like & Share” bisa membuat kita merasakan empati dan melakukan antisipasi.

 

LIKE & SHARE

Produser: Chand Parwez Servia, Gina S Noer

Sutradara: Gina S Noer

Penulis Skenario: Gina S Noer

Pemain: Aurora Ribero, Arawinda Kirana, Jerome Kurnia

Video Terkait: