Ketua Umum Minta Kepastian Waktu Pemeriksaan untuk Desa di Kecamatan Kabandungan
TARGET PERISTIWA SUKABUMI,22/2/2026 – Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu (FKWSB) mengeluarkan panggilan tegas kepada Inspektorat Kabupaten Sukabumi agar segera melaksanakan penyelidikan dan audit yang komprehensif serta profesional terkait dugaan korupsi yang melibatkan berbagai sumber alokasi keuangan untuk pembangunan desa di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Dalam surat resmi dan konferensi pers yang digelar di Kantor FKWSB, Ketua Umum Rd. Hadi Haryono menjelaskan bahwa dugaan penyalahgunaan anggaran yang dilaporkan mencakup tiga kategori utama: pengalokasian Dana Desa Tahun Anggaran 2025, bantuan keuangan yang diterima dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta bantuan dari perusahaan energi PT. Star Energy.
"Berdasarkan informasi dan data yang kami kumpulkan secara cermat, dugaan korupsi tidak hanya menyentuh pengelolaan Dana Desa, tetapi juga melibatkan bantuan keuangan dari provinsi dan kontribusi PT. Star Energy yang terdiri dari Bonus Produksi (BP) serta penyertaan permodalan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sepanjang tahun ini," ujar Hadi.
FKWSB menegaskan bahwa laporan resmi terkait dugaan tersebut telah diajukan kepada Inspektorat Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait tahapan penyelidikan maupun jadwal pemeriksaan yang akan dilakukan.
"Kami dari Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu meminta kepastian yang jelas kepada Inspektorat Kabupaten Sukabumi: kapan tepatnya desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Kabandungan akan menjadi objek pemeriksaan mendalam?" tegas Hadi dengan nada tegas.
Menurutnya, langkah penyelidikan yang segera dilakukan sangat penting untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas pengelolaan keuangan publik serta dana pihak swasta yang diperuntukkan untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Selain itu, hal ini juga menjadi bentuk upaya untuk memelihara kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah dan pelaku usaha yang berkontribusi pada pembangunan daerah.
"Kami mengharapkan Inspektorat Kabupaten Sukabumi dapat memberikan tanggapan resmi terkait permintaan ini dalam waktu dekat, serta menjalankan tugasnya dengan penuh objektivitas tanpa pandang bulu," tambah Hadi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Inspektorat Kabupaten Sukabumi belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan penyelidikan yang diajukan oleh FKWSB. FKWSB menyatakan akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat melalui berbagai kanal media yang tergabung dalam komunitasnya.(red)










LEAVE A REPLY