Home Kabar Daerah Baru 1 Bulan Di Bangun:Jalan Senilai 15 Milyar Di Bima Rusak Setelah Di Guyur Hujan

Baru 1 Bulan Di Bangun:Jalan Senilai 15 Milyar Di Bima Rusak Setelah Di Guyur Hujan

36
0
SHARE
Baru 1 Bulan Di Bangun:Jalan Senilai 15 Milyar Di Bima Rusak  Setelah Di Guyur Hujan

BIDIK PERISTIWA NTB,23 FEBRUARI 2026 – Kekecewaan melanda warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, setelah sebuah ruas jalan yang baru selesai dibangun dengan anggaran sekitar Rp 15 miliar menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang signifikan hanya dalam waktu sekitar satu bulan sejak pengerjaan rampung. Permukaan aspal yang mulai mengelupas dan retak setelah diguyur hujan deras beberapa waktu lalu kini menjadi sorotan publik, yang memunculkan pertanyaan mendalam terkait kualitas pelaksanaan proyek infrastruktur tersebut.

PERMUKAAN JALAN TIDAK MULUS, RETAK-RETAK TERJADI DI BEBERAPA TITIK

Warga yang melintas di ruas jalan tersebut menyatakan terkejut melihat kondisi jalan yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Padahal proyek yang digadang-gadangkan sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah seharusnya memberikan kenyamanan serta keamanan bagi pengguna jalan.

"Kita sangat berharap jalan baru ini bisa mempermudah aktivitas kita sehari-hari. Namun sangat mengecewakan ketika hanya beberapa minggu saja sudah mulai rusak," ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kerusakan dini yang terjadi dianggap tidak wajar mengingat besarnya anggaran yang dikeluarkan. Fenomena ini semakin menjadi perbincangan hangat setelah foto dan video kondisi jalan tersebut menyebar luas di platform media sosial.

NETIZEN MENGECAM, MEMPERTANYAKAN MATERIAL DAN PENGAWASAN

Banyak akun pengguna media sosial yang mengeluarkan kritik terhadap kualitas pengerjaan proyek tersebut. Mereka mempertanyakan apakah material yang digunakan sesuai dengan standar yang berlaku, serta bagaimana sistem pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.

Sebagian pengguna jalan menyebutkan bahwa hujan deras yang mengguyur daerah belakangan ini mungkin menjadi pemicu kerusakan permukaan aspal. Namun demikian, mereka menilai bahwa infrastruktur baru yang selesai dibangun seharusnya mampu menahan kondisi cuaca ekstrem jika pelaksanaan dan bahan materialnya memenuhi standar mutu yang ditetapkan.

"Uang negara tidak boleh sia-sia. Jalan yang dibangun harus tahan lama dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya bertahan satu musim hujan saja," tulis salah satu akun media sosial yang menjadi perbincangan.

MENYOROT EFEKTIVITAS PENGAWASAN DAN TRANSPARANSI ANGGARAN

Kasus kerusakan jalan dalam waktu singkat ini kembali mengangkat diskusi seputar efektivitas pengawasan proyek pemerintah, transparansi penggunaan anggaran publik, serta kualitas pelaksanaan di lapangan. Fenomena semacam ini seringkali menjadi perhatian publik yang menuntut akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kerusakan jalan tersebut. Namun, harapan masyarakat terhadap penanganan dan perbaikan yang cepat semakin kuat, terutama untuk menghindari potensi bahaya bagi keselamatan pengguna jalan di masa mendatang.(red)