Home Kabar Daerah Program SABUMI: Operasi Pasar Kendali Inflasi Dukung Daya Beli Masyarakat Sukabumi

Program SABUMI: Operasi Pasar Kendali Inflasi Dukung Daya Beli Masyarakat Sukabumi

21
0
SHARE
Program SABUMI: Operasi Pasar Kendali Inflasi Dukung Daya Beli Masyarakat Sukabumi

BIDIK PERISTIWA SUKABUMI – Program Sabilulungan untuk Harga Stabil Kabupaten Sukabumi (SABUMI), turunan dari program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dirancang sebagai intervensi cepat untuk menjaga stabilitas harga saat indikasi kenaikan terdeteksi. Program inovatif Pemerintah Kabupaten Sukabumi ini bukan sekadar operasi pasar biasa, melainkan benteng pengendali inflasi sekaligus solusi nyata agar warga bisa membeli sembako dengan harga lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Ketika harga di pasaran mulai mendekati atau melewati HET, program SABUMI langsung hadir di tengah masyarakat," ujar Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana, pada Selasa (24/2/2026).

Beragam kebutuhan pokok disediakan dalam setiap operasi, antara lain beras SPHP, terigu, gula pasir, minyak goreng, bawang putih, telur, gula semut, hingga beras merah dan hitam – seluruhnya dijual dengan harga di bawah pasaran.

 

Contohnya, minyak goreng dijual seharga Rp31 ribu per kemasan 2 liter atau sekitar Rp15.700 per liter. Harga gula pasir dan terigu juga lebih rendah dari HET, sehingga membantu warga berbelanja lebih hemat di tengah tekanan kenaikan harga komoditas.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terlihat nyata. Di Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, sebanyak 400 liter minyak goreng habis terjual dalam waktu singkat, yang berarti ratusan warga langsung merasakan manfaatnya.

Volume sembako yang dibawa dalam satu kali operasi juga tidak sedikit: minyak goreng mencapai 400 liter, beras SPHP 5 kuintal, bawang putih 200 kilogram, gula pasir 200 kilogram, serta komoditas lainnya dengan rata-rata 200 kilogram per jenis.

Lebih lanjut, Yana menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan tahun ini, Pemkab Sukabumi menargetkan melakukan 20 kali pelayanan. Sebanyak 10 titik diintegrasikan dengan rangkaian kegiatan Muhibah Ramadan, sedangkan 10 titik lainnya langsung menyasar desa-desa berdasarkan permohonan yang masuk.

"Kini tersedia dua unit mobil operasional program SABUMI yang siap bergerak menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan," ucapnya.

Ditegaskan bahwa program ini tidak akan berhenti setelah Ramadan berakhir. SABUMI akan terus berjalan secara berkelanjutan, terutama dengan fokus pada desa-desa terpencil.

"SABUMI tidak berakhir di bulan Ramadan. Insyaallah akan terus kami lanjutkan," tegas Yana.

Mekanisme untuk menghadirkan program SABUMI di wilayah tertentu juga dibuat mudah. Pemerintah desa yang berminat cukup mengajukan permohonan melalui konfirmasi WhatsApp, sehingga distribusi sembako bisa segera dijadwalkan.(red)